Terkait BPIP, DPP IMM Mengajak Elit Untuk Mengedepankan Persatuan Bangsa

0

Harian-rakyat.com – Jakarta. “Membaca dan mendengar sepotong untuk menutup pandangan yang lebih utuh atas peristiwa yang ada”. Istilah itu sangat cocok untuk mengartikulasikan sebuah fenomena kebangsaan belakangan ini, dimana sangat mudah tersulut emosi dibandingkan persoalan pokok, seperti kemiskinan yang di alami masyarakat secara langsung.

Masih hangat seperti yang terjadi pada hari Rabu kemarin 12/02, langsung bersinggungan dengan ketua BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila) Yudian Wahyudi, dimana menjadi viral di media sosial, ucapannya kepleset tanpa maksut untuk melukai segenap warga negara.

DPP IMM menelaah ucapan ketua BPIP tersebut hingga menjadi sorotan. Kita menilai tidak memenuhi unsur untuk melukai atau menyinggung agama. Namun yang dimaksud terkait Pancasila itu, menurut Ketua BPIP ialah agamis karena kelima sila tersebut dapat ditemukan di kitab suci dalam enam agama yang diakui secara konstitusional NKRI. Namun, kenyataannya, orang-orang tertentu yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrem sering menghadap-hadapkan Pancasila dengan agama. Padahal, orang-orang tersebut minoritas (yang mengklaim mayoritas). Kalimat itulah yang dimaksud ketua BPIP itu.

“Dalam konteks ini, agama dapat menjadi musuh terbesar”, yang dimaksud Yudian Wahyudi ialah jika yang minoritas dengan membawa dalih agama untuk mempertentangkan dengan Pancasila, itu menjadi ancaman. Karena mayoritas rakyat Indonesia sudah final dengan Pancasila, bahkan setiap orang atau penduduk Indonesia yang beragama. “Pancasila dan agama tidak bertentangan, bahkan saling mendukung serta saling merasuki antara agama dengan pancasila.” Dari hasil analisa DPP IMM.

Baikuni selaku Seketaris DPP IMM menambahkan, kita harus belajar kepada salah satu ormas besar di Indonesia ialah Muhammadiyah dengan Darul ahdi Wassahadah nya. Dimana kesaksian Muhammadiyah terhadap Pancasila sudah final ditubuh Persyarikatan serta segenap warga Muhammadiyah, dan tidak ada yang perlu dipertentangkan lagi, karena Pancasila sudah usai menjadi dasar dan pandangan hidup berbangsa dan bernegara”, ungkap Alsha sapaan akrabnya.

IMM mengajak bersama- sama menjaga kondusifitas ruang publik bersama steak holder ataupun elit pemerintah, dengan hati dan pikiran yang lebih jernih, tidak sibuk mempersoalkan yang sudah final, tidak mudah tersulut oleh ucapan yang sejatinya kita sama-sama paham bahwa tidak ada unsur melukai segenap warga Indonesia.

Mengakhiri pandangan tersebut, DPP IMM berharap kepada para elit-elit pemerintah, serta seluruh warga Indonesia lebih baik mengambil sikap yang meneduhkan, dan bersikap kritisi terhadap persoalan negara yang lebih pokok, seperti kemiskinan, korupsi, dan persoalan lain yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan hidup rakyat Indonesia yang lebih nyata. Pungkas Sekretaris Bidang Maritim dan Agraria DPP IMM.

Choose your Reaction!
Leave a Comment

Your email address will not be published.