DPP IMM
Manado, Tuan Rumah Rakornas
Written by Admin    MONDAY, 11 JULY 2011 18:57    PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 

Pasca sidang TANWIR XXIV di Serang, Banten pada 24-27 Mei 2011l, agenda konsolidasi IMM dilanjutkan dengan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Organisasi yang akan di gelar di Manado, Sulawesi Utara pada 22-24Juli 2011 yad. Agenda rakornas ini juga dibarengi dengan pleno diperluas DPP IMM guna membahas persiapan Muktamar XV IMM tahun 2012 serta penentuan tuan rumahnya.

Menurut sekjen DPP IMM, Rudi Ismawan, Rakornas Organisasi yang akan dihadiri ketua dan bidang organisasi DPD IMM se Indonesia ini diagendakan mengevaluasi progress konsolidasi hingga tingkatan kampus, serta ekspansi IMM di Cabang dan Komisariat yang menjadi prioritas pembentukan, seperti di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN). “Pencapaian konsolidasi tentu harus dievaluasi secara serius, agar dapat dirumuskan agenda ke depan yang lebih baik untuk penguatan organisasi”, ujar Rudi.

Read more...
 
Intelegensia Muslim, Ciri Khas Kader IMM
Written by Admin    THURSDAY, 31 MARCH 2011 17:08    PDF Print E-mail
User Rating: / 3
PoorBest 

YOGYAKARTA - Adalah tugas besar kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam mengemban misi sebagai generasi pembaharuan. Disaat permasalahan bangsa kian kompleks, mampukah IMM sebagai kader pembaharu umat dan bangsa tampil sebagai bagian dari solusi? Berangkat pertanyaan tersebut, Darul Arqam Madya (DAM) ini diselenggarakan. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pimpinan Cabang IMM Bulaksumur-Karangmalang dengan Instruktur DPD IMM DIY dengan tema "Transformasi Nilai & Identitas IMM, Mewujudkan Intelegensia Muslim Kritis & Berkarakter dalam Rangka Pembaruan Paradigma Gerakan" dilaksanakan pada hari pada Jumat – Ahad, 25-30 Maret 2011 di Gedung Balai Latihan Ketrampilan (BLK) PAY, Jl. Agus Salim no 63, Yogyakarta diikuti oleh 49 peserta yang berasal dari perwakilan IMM dari beberapa daerah, seperti DIY, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI, dan Riau. Selain untuk perkaderan formal di IMM, juga sebagai upaya penguatan paradigma gerakan IMM dalam memasuki kancah abad kedua Muhammadiyah dan dinamika perjalanan bangsa yang kian kompleks.

Pada akhirnya, acara ini tidak akan berhenti sampai di sini. Melainkan output dari perkaderan ini, kader diharapkan mampu memahami gerakan pembaharuan IMM dengan komprehensif. Dengan menekankan upaya kritis serta dialektis untuk mentransformasikan gagasan dalam ranah gerak ikatan.

 
Tugas IMM: Membangun Karakter Bangsa
Written by Admin    THURSDAY, 24 MARCH 2011 12:27    PDF Print E-mail

BANDAR LAMPUNG – Tak ingin menunggu waktu terlalu lama, beberapa minggu setelah Musyawarah Daerah, DPD IMM Propinsi Lampung menyelenggarakan pelantikan periode 2011 – 2013 di Aula Universitas Muhammadiyah Lampung, Senin (3/11) dengan tema “Mewujudkan Integritas Kader yang Mandiri dalam Rangka Membangun Karakter Bangsa”. Integritas yang diusung DPD IMM Propinsi Lampung merupakan langkah yang tepat untuk membangun karakter bangsa. Hal itu diungkapkan oleh Thohir Rohili sebagai Ketua Umum. Globalisasi dan teknelogi telah membuat dunia semakin terbuka akan berbagai informasi dalam waktu yang sangat singkat, karena globalisasi akan memicu perubahan pada tatanan kehidupan sesuai dengan karakteristiknya. Tentunya strategi dan implementasi yang tepat dalam merespon tantangan menjadi sangat penting. Salah satu unsur pembangunan tersebut yakni sumberdaya manusia, disamping Indonesia memiliki sumberdaya alam yang tak terukur.

Saat ini, terjadi krisis karakter dengan melihat bentuk yang sangat jelas. Hal ini bias terlihat dari korupsi yang makin menggeliat, baik terlihat dengan kasat mata maupun sembunyi, perekonomian yang kembang kempis, konflik horizontal, kekerasan atas nama agama, karakter anarki, dsb. Proses pelemahan ini terjadi karena rapuhnya sebagai bangsa yang berkarakter dan tidak mengindahkan nilai-nilai. “IMM memiliki peran penting untuk membangun karakter yang sudah mulai rapuh ini”, ujarnya. Kita perlu SDM unggul untuk menjadi obat penawar bagi bangsa Indonesia.

Read more...
 
Mengungkap Data Dan Fakta Gerakan Neoliberalisme Di Indonesia
Written by admin    FRIDAY, 10 DECEMBER 2010 09:22    PDF Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 

 

Barangkali formulasi paling berpengaruh mengenai liberalisme klasik muncul dalam justifikasi yang diberikan Herbert Spencer pada dominasi kapitalisme laissez faire diseluruh dunia. Justifikasi itu diberikannya dengan didasarkan pada teori Darwin tentang evolusi melalui seleksi alam. Bagi Spencer ekonomi pasar bebas merupakan bentuk paling beradab dari persaingan antar manusia yang secara alamiah menempatkan pihak terkuat sebagai pemenang” Spencer membatasi tugas Negara hanya untuk melindungi individu dari agresi internal dan eksternal. Setiap intervensi terhadap kinerja swasta justru melahirkan stagnasi sosial, korupsi politik dan terciptanya birokrasi yang gemuk dan tidak efesien. Pujian Spencer terhadap kompetisi pasar bebas sebagai sumber alamiah kebebasan dan kemakmuran umat terbukti berkaitan erat dengan kepentingan Inggris masa Victoria. Diakhir hayatnya, ia mengatakan total penjualan bukunya nyaris mencapai 400.000 eksemplar. Tak Pelak, teori spencer menjadi pilar hegemoni doktrin ekonomi pasar bebas di Inggris abad 19.

 

 

Spencer menempatkan sosialisme dan serikat buruh dan bahkan bentuk sosial dasar seperti peraturan keselamatan kerja sebagai contoh dari over regulasi yang tidak mendukung kemajuan rasional dan kebebasan imdividu. Globalisme layak mendapat label ideologi pasar yang baru, karena pendukungnya telah mampu membuat hubungan yang inovatif antara gagasan pasar bebas yang usang dengan perbincvangan global mutakhir. Tentu dengan menyebut kerangka ideologis dewasa ini sebagai “ekonomi baru“ kelompok globalis ini ingin mengisyaratkan otentisitas paradigma mereka. Metode favorit globalisme adalah dengan menerapkan tatanan dominant dan makna hegemoniknya sebagai martil pemukul untuk menghantam berbagai rintangan yang menghadang jalan menuju capital global. Negara negara berkembang “dirayu“ agar mengikuti perintah lembaga ekonomi internasional dengan memakai apa yang disebut oleh koresponden new York times, Thomas Friedman, sebagai pengekang utama“ (golden Stright jacket) neoliberalisme. Jadi klaim-klaim globalisme dan maneuver-mauver politik tetap berkaitan secara konseptual dengan narasi Spencerian abad sembilan belas mengenai modernisasi dan “pemeradaban” yang menghadirkan negara-negara barat khususnya Amerika serikat dan Inggris Raya sebagai Vanguard istimewa dari proses evolusioner yang terjadi pada semua bangsa. Namun hal yang membedakan globalisme dengan ideology pasar sebelumnya adalah usaha inovatif dari para pemeluknya untuk mengisi kosep “globalisasi” dengan pengertian-pengertian neoliberal. Karena itu buku ini membedakan antara globalisme sebagai ideologi pasar neoliberal yang mengurapi globalisasi dengan norma, makna, nilai-nilai tertentu dan globalisasi–proses sosial yang dijelaskan dan didefinisikan dan dijelaskan oleh berbagai komentar yang berbeda-beda malah acapkali bertolak belakang.

Read more...