| Undangan Perubahan Untuk Negara Surga Dunia
|
|
Written by Admin
TUESDAY, 17 JANUARY 2012 00:38 |
 |
 |
 |
|
|
Indonesia merupakan negara kaya (surga dunia) yang berlimpah seluruh isi alamnya. Akan tetapi Indonesia sudah sangat lama menanti ratu keadilan bagi rakyatnya, karena memang selalu tidak berdaya ditengah persaingan global. Karena itu, perlu ada reformulasi gerakan sebagai model membangkitkan kesadaran kritis seluruh rakyat untuk bergerak bersama-sama menyadarkan negara yang bernama Indonesia agar tidak selalu lelap dalam setiap cengkraman asing. Semisal jepang bisa bangun dan menjadi negara raksasa yang maju dalam waktu 25 tahun. Malaysia dengan dinakhodai Mahatir Muhammad butuh 20 tahun. Sementara hanya beberapa tahun saja yang dibutuhkan Cina untuk membangun kekuatan ekonomi dan ditakuti dalam percaturan dunia. Akan tetapi, mengapa Indonesia tidak bisa bangun dari tidur lelapnya. Karena pemimpin yang ada tidak punya keberanian untuk menolak dan melawan intervensi asing. Disinilah letak kekuatan kebangkitan revolusioner bahwa Indonesia harus berubah. Pasti perubahan itu akan segera datang, apabila undangan perubahan selalu kita kampanyekan, tentu hal ini adalah kemenangan pertama bagi kelompok perubahan. Faktanya bahwa SBY telah gagal melindungi warga negara yang berada di luar negeri. Sedikitpun perasaan dan nurani para pemimpin negeri ini tidak tergoyahkan, padahal selayaknya SBY harus melakukan langkah kongkrit dalam memberikan perlindungam dan kesejahteraan kepada rakyatnya. Pemimpin itu tidak harus mengenakan dandanan politik yang selalu bersikap lepas dalam melakukan apa saja. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2012 tetap tidak akan berkualitas karena pemerintah tidak sanggup mengurangi pengangguran. Basis pertumbuhan tetap terfokus pada konsumsi domestik. Tapi produsen pada konsumsi domestik itu adalah asing. Maka tingginya konsumsi domestik dinikmati sebagai laba orang asing di Indonesia. Ekspor akan tetap pada sektor primer dengan sedikit dukungan industri manufaktur. Namun patut dicatat, pihak yang mengekspor adalah swasta asing dan domestik dan industri manufakturnya juga dimiliki asing.
|
|
|
|
|
Penyebab jatuhnya korban yang di tembak secara brutal oleh kepolisian di Kabupaten Bima sesungguhnya berangkat dari sejarah penolakan eksplorasi dan eksploitasi Tambang Emas, Batubara, Mineral, Pasir Besi, dan sejenisnya di kabupaten Bima. Masyarakat Kabupaten Bima menyakini bahwa pertambangan di Kabupaten Bima bukan merupakan solusi bagi peningkatan kesejahteraan dan mengurangi penggangguran, akan tetapi justru dianggap sebagai bencana bagi masyarakat Kabupaten Bima. Sehingga sejak awal kehadiran investor di Bidang pertambangan ini selalu menuai protes dan penolakan dari sejumlah kalangan masyarakat Kabupaten Bima terhahad Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bima. Sehingga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima pun secara kelembagaan menjadi bagian dari gerakan penolakan yang dilakukan bersama masyarakat, dan Organisasi Kepemudaan (OKP), serta Organisasi Kedaeerahan (Organda), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada di Kota dan Kabupaten Bima.
-
|
|
|
| Utopia Pemberantasan Korupsi
|
|
Written by Admin
WEDNESDAY, 01 DECEMBER 2010 22:18 |
 |
 |
 |
|
|
Hingga hampir setengah tahun pemerintahan periode kedua presiden SBY, harapan (das solen) akan fer- ciptanya pemerintahan yang bersih (clean government) dan baik (good governance) dalam koridor demokrasi tampaknya hanya sekadar jargon dalam kampanye politik dan gagal diaktualisasikan dalam karya nyata (action plan). Kenyataan (das sein) warisan rezim sen-tralistik-otoritarian Orde Baru masih hadir di tengah-tengah kita, dengan indikasi-indikasi nyata, seperti lemahnya penegakan hukum (law enforcement), belum terwujudnya kesejahteraan masyarakat (welfare society) akibat maraknya praktik-praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN), serta rendahnya kualitas kinerja birokrasi sebagai pelayan publik (public servant). Terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2009 yang lalu, segera ditandai dengan terungkapnya beragam skandal korupsi dan hukum di Indonesia. Diawali kasus kriminalisasi pimpinan KPK, terbongkarnya megaskandal bailout Bank Century, serta paling belakangan terungkapnya mafia pajak di tangan Gayus Tambunan yang menghebohkan. Lelahnya masyarakat menanti pemerintahan yang bersih sejak. Reformasi 1998 semakin mendekati titik nadir, ternya-ta pemerintahan SBY tidak berbeda dengan semua rezim pasca-Orde Baru-pemerintahan transisi reformasi-mulai dari Presiden BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri. Justru di tengah derasnya pemberitaan media terhadap terungkapnya praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di kalarig-an aparatur negara belakangan ini, membuat masyarakat kian muak dan jijik dengan praktik korupsi di Indonesia.
|
|
|
|
|
|
|
|
|