Master Pland Muhammadiyah

 Oleh : Jailani Tong

Muhammadiyah yang kini telah berumur 108 Tahun telah memasuki fase dewasa dan matang secara organisatoris.

Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang masih tetap konsisten dengan gerakan dakwahnya dalam bidang kesehatan, sosial dan pendidikan.

Muhammadiyah dalam dunia pendidikan telah melahirkan 175 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan bahkan beberapa di luar negeri, telah didirikan kampus Muhammadiyah dalam rangka berdakwah dan menebarkan amal ma"ruf nahi munkar dan disamping itu tidak terhitung sudah berapa banyak jumlah SD, SMP, SMA dan SMK dan MA diseluruh Indonesia.

Jumlah sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam perjalanan dunia pendidikan di Indonesia pasti akan mengalami peningkatan yang signifikan demi merespon kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi serta melahirkan para ilmuan-ilmuan baru.

Dengan jumlah perguruan tinggi Muhammadiyah yang demikian banyak, maka Muhammadiyah perlu memikirkan dan mendesigen master pland demi merespon dan kemudian mengisi perguruan tinggi Muhammadiyah. Jika tidak demikian maka bisa dipastikan perguruan tinggi muhammadiyah akan kalah bersaing dengan perguruan tinggi lainnya yang telah menjamur hampir diselurih Indonesia.

Muhammadiyah selalu memproduksi kader setiap tahunnya dengan jumlah yang tak terhitung lewat mesin produksinya di ortom-ortom Muhammadiyah yang salah satunya adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah salah satu dari tujuh ORTOM yang dimiliki oleh Muhammadiyah dan berkaitan erat dalam struktural Muhammadiyah yang memiliki basis masa di perguruan tinggi baik itu perguruan tinggi Muhammadiyah dan perguruan tinggi non Muhammadiyah.

Kader-kader dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dengan jumlah yang tidak terbilang itu kebanyakan dari mereka telah menjadi para ilmuan dan ada yang baru memulai meniti karirnya dalam segala bidang dan termasuk dalam bidang akademik.

Kader Muhammadiyah kesemuanya tentu memiliki visi misi besar dalam bidang pendidikan termasuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Tentu jika visi misi tersebut tidak menjadi perhatian Muhammadiyah, maka untuk menggapai visi misi tersebut sedikit mendapatkan tantangan baik iti secara financial dan jejaring.

Indonesia memiliki banyak lembaga yang menyediakan beasiswa untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, dalam hal ini Muhammadiyah memiliki peran yang sangat besar dalam menjemput hal tersebut untuk diberikan kepada setiap kader yang ingin memenuhi hasratnya dalam menggapai dunia pendidikan.
Bukan hanya lembaga dalam negeri, lembaga luar negeri pun menyediakan beasiswa bagi siapapun yang berkeinginan.

Muhammadiyah harus memasang target bahwa dalam setiap tahunnya harus melahirkan 1000 Magister dan 1000 Doktor baik dalam negeri maupun luar negeri. 

Master pland dalam melahirkan 1000 Magister san 1000 Doktor belum tersusun secara sistematis dan massif dari pusat hingga kedaerah-daerah. Jika kalaupun ada para kader Muhammadiyah yang telah menyelesaikan Magister dan doktor baik dalam negeri dan luar negeri itupun terbilang masih sangat sedikit dan tidak di rasakan oleh daerah-daerah.

Hal yang demikian perlu menjadi perbincangan yang sangat serius jika Muhammadiyah ingin lebih menjadi besar dan memiliki kader yang unggul dalam intelektual dan anggun dalam moral.

Belum ada kata terlambat jika ada niat untuk menuju kesana. Kelahiran Muhammadiyah tidak terlepas dari keresaham Ahmad Dahlan yang melihat bangsa Indinesia dan umat muslim khususnya yang dijajah bukan hanya secara fisik akan tetapi secara non fisik sehingga atas atas keresahan itulah yang kemudiam dijadikan sebagai spirit untuk mendirikan sekolah demi menciptakan para kader yang berilmu. Jika manusia telah berilmu maka penjajahan akan bisa dimusnakan.

Atas dasar niat baik sosok Ahmad Dahlan dan support Sang kekasih tercinta Nyai Dahlan bangsa indonesia dan khususnya kader muhammadiyah perlu berterima kasih dan terus berjuang membesarkan Muhammadiyah bukan membesarkan pribadi atau kelompok semata.

Selama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah masih ada maka Muhammadiyah akan tetap jaya dan maju sebagai organisasi yang beradab dan menggembirakan alam semesta. []


Penulis : Sekertaris Umum DPD IMM NTT