Katakan Siap untuk Menutup Aurat



 Oleh : Ines Priscy Oksavira
Jika berbicara hijab pastilah yang terlintas dalam benak kita adalah “wanita”. Ada apa dengan wanita? Ada apa dengan hijab? Ada apa dengan hijab dan wanita? .
Ketika terucap kata “hijab”, maka akan terdefinisikan adalah sesuatu apa yang kita kenakan seperti kerudung. Padahal arti sesungguhnya bukanlah kerudung. Mari kita menilik lebih mendalam pengertian hijab itu apa. Secara bahasa hijab artinya “penutup” atau “menutupi”. Hijab lebih merujuk pada tatacara bagaimana seorang muslimah menutupi auratnya sesuai dengan tuntunan agama, jadi jika seorang muslimah enggan menutupi auratnya maka mereka telah melanggar tuntunan agama. Sedangkan jilbab berasal dari bahasa arab yang jamaknya jalaabiib yang artinya pakaian yang lapang atau luas. Jadi sudah jelas definisi hijab dan jilbab berbeda walaupun memiliki kaitan yang erat.
Dewasa ini masih banyak yang mempertanyakan apa saja batasan-batasan wanita dalam menutup auratnya. Bahkan didalam al-qur’an pun sudah jelas surat al-ahzab ayat 59 dikatakan untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh. Agar apa? Agar mudah dikenal dan tidak diganggu oleh para predator nafsu syahwat.
Sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Jika wanita sholehah saja di katakan sebagai perhiasan dunia maka sudah sepatutnya kita sebagai wanita muslimah untuk menjaga diri kita sendiri untuk tetap menjadi perhiasan dunia. Dengan cara apa sih agar tetap menyandang predikat perhiasan dunia? Simple ya ukhty, yaitu dengan cara menutupi aurat. “duh belum siap”, “duh kaya ibu- ibu keles”, “duh menutup aurat? Ga gahol lagi dong?”, “duh budaya arab aja kali mah, Indonesia mah kaga”, duh duh duh terlalu banyak pertimbangan-pertimbangan ya ukhty. Padahal menutup aurat bagi kita seorang wanita muslimah hukumnya kudu, mesti, wajib. Ya kalian pasti tau dong, jika kita melanggar kewajiban pasti dapat sanksi, ga mungkin kan dapet es krim atau mie kuah pake cabe pake telor panas-panas lagi. 
Ya ukhty, menutup aurat bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban kita kepada Allah SWT, bukan hanya sekedar pake kerudung, nutup dada sampe bawah tapi tetap berkeliaran dengan lantang pake celana jeans. Ya ukhty, itu lontong oncom atau nutup aurat? Yang perlu dipahami saat ini adalah menutup aurat berarti kita malu, malu mempertontonkan aurat kita, apa iya dengan berpakaian seperti itu dikatakan menutup aurat? Apa iya dengan berpakaian seperti itu bisa dikatakan sebagai wanita sholehah? Helloww ya ukhty jangan berharap, no way tanpa menutup aurat secara benar. Ok, masih bingung syarat-syarat menutup aurat? Yu diperhatikan kembali ya ukhty syarat-syarat menutup aurat, pertama pakaian yang digunakan harus longgar, kenapa harus longgar? Ya supaya tidak membentuk lekuk tubuh kita. kedua pakaian digunakan tidak menerawang, ketat saja dilarang apalagi nerawang, mau menutup aurat atau mempertontonkan aurat? . ketiga pakaian yang digunakan tidak menarik perhatian. keempat tidak menyerupai laki-laki atau suatu kaum, barang siapa yang mengenakan pakaian suatu kaum maka ia termasuk dalam kaum tersebut. terakhir tidak berlebihan. Semua memang butuh proses ya ukhty, namun dalam sebuah proses harus dibarengi dengan tindakan nyata, jangan hanya sekedar niat namun tidak dijalankan. Tinggalkan celana Jeans, tinggalkan baju ketat, turunkan jilbabnya sampai menutup dadamu, maka proses akan berpadu pada niat yang baik.
Katakan Siap untuk Menutup Aurat, jangan sampai mengatakan belum siap karna beberapa pertimbangan-pertimbangan yang menyesatkan. Apa yang belum siap? Mau menunggu sampai udah punya kerja? Mau menunggu sampai sudah menikah? Nah loh,  maut tidak menunggu kita siap untuk berhijab, sudah yakinkah ukhty untuk umur kita yang akan samapai pada saat itu? Jika masih ada yang berpandangan berhijab berarti kaya ibu-ibu (mending kaya ibu-ibu dari pada menimbulkan dosa), ga gaul lagi, abaikan!! masa iya niat baik ditunda-tunda, masa iya bisikan syaiton didengerin, sampai kapan mau berhijrah? Sampai negara api menyerang? . jika mati tanpa membawa persiapan, maka amalan apa yang akan dibawa kelak? Sudah sebanyak apa pahalanya? Sudah yakin masuk surga? Emang punya orang dalem di surga?.
Penulis seringkali mendengar bahwa jilbab besar adalah budaya arab, jika dikatakan seperti itu apa guna ayat al-ahzab 59 diturunkan?. Menutup aurat merupakan sebuah kewajiban bagi umat islam yang mengaku islam. Hijab belum banyak diterjemahkan oleh banyak orang, sehingga masih banyak yang mendeskripsikan hijab secara sederhana. Ya ukhty, hijab bentuk cara Allah melindungi kita kaum wanita, maka jika masih ada yang menggangap jilbab besar sebagi sebuah tradisi arab  berarti mereka belum mengerti tentang esensi berhijab secara kaffah. Mereka aneh-aneh berbicara islam tetapi tidak pernah baca al-qur’an dan tafsir. Hukum islam tidak bisa diambil sepotong-sepotong sesuai keinginan pribadi, syariah adalah hokum yang langsung dari Allah yang sudah jelas kepastiaan dan keabsahaannya.

Penulis : Ketua Bidang IMMawati cabang Cirendeu