IMM dan Gerakan Literasi


Oleh : Jailani Tong

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dengan Try Kompetensi yang dimilikinya membentuk semboyan Anggun dalam moral Unggul dalam Intelektual dan Radikal dalam pergerakan. Tidak hanya semata menjadi semboyan tanpa makna namun harus dibuktikan oleh setiap induvidu, yang memikul tanggungjawab sebagai seorang Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Dalam Muhammadiyah kita kenal dengan adanya sebuah istilah kader Umat, kader bangsa dan kader persyarikatan. Setiap kader diminta memilih sesuai dengan bakat yang dimilikinya, untuk kemudian ditekuni dan dikembangkan sebagai ladang untuk beramal, dalam menyebarkan nilai-nilai kebenaran  dan lewat keahlian yang dimilikinya sehingga terciptalah lingkungan yang menggembirakan.

Setiap kader juga harus terus memaknai "Unggul dalam Intelektual", karena terdapat pesan moral untuk kita semua, agar senantiasa mengasah otak kita dengan membaca, baik itu membaca buku, membaca Jurnal dan termasuk membaca Majalah.

Majalah Kauman adalah Majalah resmi yang dimiliki oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang menjadi alat komunikasi antara sesama kader dan mengikuti perkembangan cepatnya arus informasi.

Membaca adalah sebuah kewajiban bagi setiap Muslim termasuk kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Islam senantiasa menyerukan agar umatnya menjauhi dari kefakiran karena akan berdampak pada kekafiran.

Indonesia dalam dunia literasi berada diposisi 35 dari 48 negara peserta dengan skor 428 dibawah nilai rata yakni 500. Ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia masih malas dalam budaya membaca oleh sebab itu berada di posisi yang sangat bawah. Harapannya Indonesia bisa menaikan posisinya minimal masuk pada 20 besar dengam nilai 500. Untuk mencapai pada prestasi tersebut butuh kerja keras dan ketekunan dalam belajar (membaca).

Irqo baca lah dengan menyebut  nama Tuhan mu. Salam Fastabiqul Khaerat. []


Penulis : Sekertaris Umum DPD IMM NTT