Bangkitnya Media DPP IMM, MPI Harapkan, DPP IMM, Menerobos Ke Media Mainstrim





Jakarta – Ketua Bidang Media Dewan Pimpinan Pusat  (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), bersilaturahim dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpian Pusat Muhammadiyah,  DPP IMM diharapkan dapat menerobos  lokalitas, komunitas, dan In House Media di Muhammadiyah, agenda tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lazizmu Pusat, Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat, Pada Jumat, 8 September 2017.

Agenda tersebut, DPP IMM ditemui oleh, Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Bapak Edy Kuscahyanto, Dr. Usman Yatim Ketua Bidang Kejurnalistikan MPI PP Muhammadiyah, Bapak Nurkholis, Wartawan Senior.

”IMM memiliki potensi yang besar dalam dunia jurnalistik, maka IMM mengharapakan MPI PP Muhammadiyah dapat menata dan mengorganisir potensi tesebut”, Kata Ketua Bidang Media DPP IMM, Din Salahudin saat memberikan sambutan pertama dalam agenda silaturahim, sambil menyodorkan Majalah Kauman yang baru terbit,  Jumat, (08/09).

Sambutan Din Salahudin tersebut, langsung ditanggapi oleh Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Ia memberikan pujian kepada Media DPP IMM. “ Media DPP IMM semakin berkemajuan”, Ujar Bapak Edy Kuscahyanto.

Ia juga menambahkan, Media DPP IMM diharapakan dapat membangun media yang membuat dan menggiring opini. Ujarnya Mantan Direktur Tv. Mu ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Kejurnalistikan MPI PP Muhammadiyah Dr. Usman Yatim, menuturkan bahwa IMM sudah memiliki fisik medianya, “Saya baruan melihat, IMM or.id, Majalah Kauman ini, saya kira IMM kita bagus yah, ini sudah ada bentuklah” Ujarnya, sambil melihat Majalah Kauman.

Tim Uji Kopetensi Wartawan Indonesia ini, memberikan arahan untuk Media DPP IMM dan Muhammadiyah pada Umumnya, jangan sampai besar dikandang sendiri, seharusnya bagaimana Media Muhammadiyah,  berada juga  diluar. Tuturnya.

“Mungkin kita kebanyakan media yah, mungkin kita harus membesarkan satu Media Mainstrem yah, Yang kita besarkan bersama-sama”. Ujarnya lagi.

Ia Menambahkan, bahwa Media di Muhammadiyah banyak, tapi kecil dan tak terlihat, karena banyak dan kecil, artinya tidak merepresentasikan.  Seperti  ia mencontohkan, beberapa minggu yang lalu Muhammadiyah keteteran dalam memainkan perang, dan menggiring opini, seperti kasus Satu-satunya Menteri dari Muhammadiyah Era Presiden  Jokowi Dodo.

“Bagaimana Muhmmadiyah bisa menggiring opini dan memainkan opini Publik, Muhmmadih tidak memiliki Media yang besar dan Media  Mainsterem”. Ujarnya


Ia mengharapkan IMM dan Muhammadiyah dapat mencontohi Media Duta Masyarakat yang Pusatnya di Surabaya, Media tersebut dapat memainkan opini sangat luar biasa,  tapi Muhammadiyah Gimana, Ia membandingkan dengan Media di Muhammadiyah, apakah dapat juga membuat dan menggiring opini.

"IMM harus ada trobosan", Kata Alumni IMM yang seangkatan dengan Anwar Abas dan Din Syamsudin ini.

Kemudian ia menjelaskan lebih lanjut, IMM mulai sekarang harus mulai fokus, jangan sampai berbulan-bulan dibuli, maka harus berani memberikan trobosan Media Mainstrem, yang tidak terjebak dengan nama Muhammadiyah. 
  
IMM harus membuat PT (Perseroan Terbatas), sebagai langkah dari membangun Media Mainstrem, IMM sudah tidak saatnya melihat kedalam, IMM sekarang harus melihat keluar, Media DPP IMM saingi media-media Mainstrem yang besar diluar sana. "Saya bilang media Mainstrem adalah media profesional, betul-betul media yang obyektif, bukan media yang menyebarkan Hoax dan hate speech", Tutupnya.


  Penulis : Zainul Abidin An Suma
  Editor   : Din Salahudin