Ada Apa Dengan PKI ?




Oleh : Zainul Abidin An Suma

PKI pada awalnya adalah ISDV (Indiche Sociaal Democratische Vereeninging), dan pada 23 Mei 1920 yang mengubah namanya menjadi PKH (Partai Komunis Hindia). Kemudian pada tahun 1924 PKH berganti nama dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). 

Pertentangan sangat kompleks diperjalanan sejarah Partai Komunis Indonesia. ISDV didirikan oleh H. J. F. M. Sneevielt, pegawai Belanda yang dipertentangkan oleh Belanda karena radikal.  Pengurus PKH (Partai Komunis Hindia), Samaun, Darsono, dan Ibrahim Sutan Malaka (Tan Malaka), dipecat oleh Serikat Islam pada Oktober 1921, karena bergabung dengan Partai Komunis Hindia,  dan pada 8 Mei 1923, PKH mengadakan mogok masal buruh, dipimpin oleh Samaun dan Tan Malaka. Setelah itu dibuang di luar negeri.

Partai Komunis Indonesia (PKI),  dilahirkan dari pertentangan. Pertentangan yang menjadi sejarah yang tidak akan berakhir. Sedangkan digagasan politik Jawa tradisional, pertentangan adalah warisan jenius, yang terlarang. 

Mewarisi Nasip Partai Nazi

Di awal tahun 1918, sebuah partai bernama Freier Ausschuss für Einen Deutschen Arbeiterfrieden (Komite Bebas untuk Kedamaian Buruh Jerman) didirikan di Bremen, oleh Anton Drexler, seorang tukang kunci dan penyair. Pada tahun 1919, Drexler mengubah nama partai tersebut menjadi Deutsche Arbeiterparte (Partai Pekerja Jerman) atau biasa disingkat DAP. Dan tahun yang sama, seorang veteran Perang Dunia I, berusia 30 tahun: Kopral Adolf Hitler bergabung dengan partai pekerja Jerman. Di Bayern, pada tahun 1921 Hitler dinobatkan menjadi pimpinan partai pekerja Jerman. Namanya diubah menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (Partai Pekerja Nasionalis Sosialis Jerman), disingkat Nazi atau NSDAP.

Partai Nazi, dari awal terbentuk, memiliki sensitivitas politik yang anti pada komunisme, dan yudaisme (Yahudi). Dikarenakan kekalahan perang dunia pertama, pada puncaknya menghasilkan perjanjian damai (versailles) dengan sekutu, Menurut Adolf Hitler Perjanjian damai, yang menyebabkan Jerman terkatung-katung dalam krisis ekonomi dan harus membayar denda kepada sekutu, dan penyebab utama adanya perjanjian itu, disebabkan oleh komunisme dan Yahudi. Sehingga Partai Nazi didirikan.

Walupun Partai Nazi mengkambing hitamkan komunisme, akan tetapi dari beberapa sisi, dalam perbandingan politik, memiliki kesamaan status politik, dan gejala politik dengan Partai Komunisme Indonesia. Seperti, Partai Nazi, memiliki cara pandang yang sama  tentang kapitalisme. Bahwa kapitalisme, hanya mengekspolitasi dan mengambil keuntungan (profit), kapitalisme juga tidak peduli pada rakyat kecil (buruh). 

PKI dan Partai Nazi, memiliki warisan politik yang sama, yaitu terdegradasi keberadaanya. Karena bukan faktor minderheit (minoritas) secara politik. Akan tetapi kedua partai politik ini, berpolitik tanpa prinsip. Karena pada abad 19 dan 20 pemikiran dan prinsip politik mengidealkan demokrasi, disebabkan paham kapitalisme dan liberalisme sebagai paham yang akan banyak diterima di seluruh dunia.

Dimulai pada tahun 1946, setelah kalah di perang dunia ke dua, berkembanglah denazifikasi, proses degradasi Partai Nazi yang tidak bisa dibendung. yaitu proses pemurnian dari cara pandang Partai Nazi, disegala dimensi kehidupan, baik politik, ekonomi, media massa, budaya, dan simbol fisik dari rezim Partai Nazi (sawastika) dihapus, dan sebagai simbol yang terlarang di Jerman.  Kebijakan ini dilegitimasi oleh Dewan Kontrol Sekutu, melalui Perjanjian Postdam. Merupakan perjanjian antara Sekutu Perang Dunia II, Britania Raya, Amerika Serikat, Uni Republik Sosialis Soviet, yang meliputi demiliterisasi, reparasi dan penuntutan penjahat-penjahat perang.

Proses denazikasi sebenarnya, dampak dari obsesi politik tokoh karismatik Partai Nazi yaitu Adolf Hitler. Yang memiliki darwin compleks, yaitu ambisi yang berlebihan pada stratifikasi ras, yaitu Ras Arya merupakan ras pilihan atau ras unggul (chosen people). Dalam rangka memenuhi nafsu politiknya, Adolf Hitler membunuh dan memenjarakan sekurangnya 30.000 orang Yahudi; menghancurkan 1.668 sinagog dan membakar 267 di antaranya, peristiwa itu dinamakanholocoust”. Dan pada akhir tahun 1938 program pembersihan anak cacat, Adolf Hitler memerintahkan orang-orangnya untuk menghabisi semua anak cacat di seluruh Jerman, karena tidak berguna dan menyusahkan.

Kebijakan denazifikasi, diwarisi di Indonesia melalui Partai Komunisme Indonesia. denazifikasi di Jerman, dan di PKI, Tap MPRS No. XXV 1966.

PKI Terjerumus

Saya memahami, kesalahan yang mendasar dari Partai Komunis Indonesia, yaitu tidak mempelajari faktor denazifikasi, akibatnya, dikeluarkannya Tap MPRS No. XXV 1996, tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia, sebagai partai yang terlarang di seluruh Indonesia. Ini merupakan rakaian kesalahan yang terulang dari Partai Nazi di Jerman. 

PKI, partai tanpa prinsip politik. Karena jatuh pada lubang yang sama, merupakan kesalahan secara mendasar. Partai Komunis Indonesia, belum mencapai pada tahap pemikiran politik pada konteks kebajikan politik. Padahal sejarah mengajarkan berpolitik untuk memegang nilai-nilai yang akan menjadi sesuatu yang dianggap sebagai kebenaran universal. 

Prinsip politik mengajarkan untuk berfikir secara bijaksana. Politik tidak mempertentangkan kebenaran politik, akan tetapi tidak otomatis,  spirit darwin kompleks menjadi cara pandang yang benar di PKI. Mungkin di Cina, Rusia membenarkan spirit dan etika darwin. Seperti contoh di Cina, terbunuhnya 7. 000 orang di lapangan Tiananmen, bagian dari hasil perundingan pemimpin komunisme dan pemerintah.

Tetapi di Indonesia, sejarahnya dijiwai dan mengajarkan norma-norma politik, yang menjujung tinggi kesamaan nilai asasi kemanusiaan, kesepakatan kolektif. Dan ini, yang dipertentangkan oleh PKI.

Sama halnya pada 18 September 1948, PKI memberontak di Madiun, dan Gerakan 30 September 1965 sebagai puncak pengkurbanan antar bangsa-bangsa, dikisaran 500 ribu hingga 3 juta jiwa tewas dalam tragedi kemanusiaan oleh PKI. Dan pada desember 1964 Chaerul Saleh mengingatkan Bung Karno bahwa PKI akan melakukan kudeta sebelum gerakan 30/S/PKI. Dan ini lubang denazifikasi di PKI. Karena Gerakan PKI melebihi kekejaman kolonialisme yang amat kejam dan bengis.

Merujuk pada Indonesia merdeka, yang diperjuangkan oleh ribuan bangsa, yang gugur. Demi terbebas dari ketertindasan, ketidakadilan, dan penjajahan oleh kolonialisme. Maka obesi sektoral, kelompok, dan kepentingan golongan, meruntuhkan perjuangan masa lalu. Sehingga nilai-nilai luhur politik di Indonesia, mengakar dengan prinsip, keputusan tidak bisa didikte oleh suara mayoritas (mayokrasi) dan tidak bisa mengikuti keputusan minoritas elite politik (minokrasi). []



Penulis : Anggota Lembaga Media DPP IMM