Teologi Pembebasan : Islam Melawan Neokolonialisme (Refleksi Kemerdekaan 72 Tahun Republik Indonesia)



Oleh : M. Asep Rahmatullah

Dewasa ini, dunia islam belum bebas merdeka secara utuh menyeluruh dan sempurna serta paripurna bisa berdiri sendiri. Agama islam dan kaum muslimin dan non muslim yang lemah dan tak berdosa di di seluruh belahan dunia belum merasakan nilai-nilai keadilan, kebebasan, kedamaian, dan kemerdekaan  dalam hal apapun (IPOLEKSOSBUDHANKAM). Belenggu-belenggu setan jahiliyah pun masih tertanam dalam jiwa dan raga kaum kafirin para penjajah untuk memperebutkan dunia Islam di seluruh kawasan Timur Tengah, Eropa, dan Asia. 

Apalagi dewasa ini abad ke 21, penjajahan yang dilakukan oleh orang-orang kafir sedang mengarah ke kawasan dunia Asia, khususnya wilayah nusantara yaitu Indonesia. Karena negeri indonesia yang penuh potensi dengan sumber daya alam (SDA), penduduknyan banyak dan tanahnya yang luas ini menjadi daya tarik surga dunia yang menjanjikan bagi mereka antek kaum kafirin (Penjajah).  Sehingga Indonesia menjadi pusat perekeKonomian pasar dunia yang di perebutkan. 

Dan apa yang menyebabkan mereka bernafsu membabi buta untuk melakukan invasi penjajahan ke dunia Islam ? Jawabannya adalah dunia Islam di ciptakan oleh pencipta alam semesta (Rabbil alamin) dengan segala sumber kekayaan alam yang kaya dan melimpah ruah dan penuh berkah. Sehingga mereka ingin merebut seluruh kekayaan alamnya dengan berbagai cara kedamaian dan kekerasaan.selain itu, mereka para penjajah kaum kafirin ingin menguasai dunia Islam  dengan cara menghancurkannya baik dari dalam dan luar. 

Cara-cara strategi dan taktik yang licik dan tak berprikemanusiaan yang sering mereka lakukan itu untuk menindas kaum muslimin dan orang-orang yang lemah dan tak berdosa. Melalui penguasaan Trilogi Gold, Glory dan Gospel yang mereka lakukan sepanjang waktu, kita sebagai kaum muslimin bangsa indonesia harus mampu membaca dan melakukan counter attack bertahan yang kuat, dan bisa memukul balik dengan serangan yang mematikan bagi antek penjajah kaum kafirin. 

Maka dari itu semua, kita sebagai umat islam dan pengikut Nabi muhammad saw yang setia harus terus melakukan menggalang kekuatan melalui gerakan penyadaran dan pembebasan kepada umat manusia yang belum sadar dan merdeka. Sehingga dengan rasa keadaran, keberanian umat Islam dapat mengalahkan kekuatan kaum kafirin penjajah yang anarkis, radikalis dan teroris dunia. Akhirnya kemenangan umat Islam semakin dekat untuk membebaskan  umat manusia di seluruh  dunia dari cengkraman neokolonialisme abad ke 21. 

Strategi dan taktik yang harus dilakukan oleh kaum muslimim di seluruh dunia dan di dindonesia sendiri adalah melakukan penguatan akidah tauhid, serta menanamkan  ruhul iman, hijrah dan jihad.  Manifesto kekuatan ruhul iman, hijrah dan jihad ini akan memberikan dampak kekuatan yang besar dalam menggetarkan musuh-musuh islam yang senantiasa merusak Islam dari dalam dan laur secara terstruktur, sistematis dan massif(TSM).

Musuh-musuh Islam yang harus di waspadai oleh umat islam adalah ajaran teologi  Atheisme, Indovidualisme, Kapitalisme, Liberalisme, Materialisme, Neoimperialisme, Neokolonialisme, Neoliberalisme, Radikalisme, Yahudisme, Satanisme, Sekulerisme, Syiah, Terorisme. Dan orang-orang munafikun yang senantiasa mencari aman, nyaman, cinta dunia serta bersikap materialis opportunisme. 

Serta yang paling berbahaya pada abad ke 21 ini adalah pola neokolonialisme yang dilakukan oleh kaum kafir adalah melalui strategi perang pemikiran (Ghazwul Fikri) dan perang asimetris melalui perang media (Cyber di dunia IT). Selain itu, umat islam di indonesia dan dunia juga benar-benar sedang di tindas dari berbagai sektor hidup dan kehidupan baik secara Ilmu, Politik Ekonomi, Sosial, Budaya, Perthanan dan keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM). 

Dan yang laing fatal sedang di lakukan dan pertontonkan adalah pola strategi politik adu domba pecah belah (Devide et impera) dan politik balasa budi (Politik etis) yang sedang menghancurkan kaum muslimin di indonesia dan seluruh dunia islam. Kita bisa melihat situasi dan kondisi organisasi islam yang sedang di adu domba satu sama lainnya, dan situasi ini ssangat berbahaya bagi persatuan kaum muslimin. 

Maka untuk mempertahankan kekuasaannya rezim neoliberal dan neokolonialis ini melakukan strategi politik balas budi terhadap pendukungnya yang loyal dan setia. Bahkan memberikan bantuan-bantuan dan bagi-bagi jatah kekuasaan tahta dan harta bagi organisasi, kleompok dan partai pendukungnya. Dan oleh sebab itu, rezim yang sesungguhnya Anti islam dan bobrok ini senantiasa menggalang kekuatan massa dan modal untuk masa depan kepentingan Pilpres tahun 2019. 

Oleh karena itu, karena presiden di pilih melalui pesta demokrasi, maka dalam sistem demokrasi memang suara rakyat adalah suara tuhan, bahkan suara rakyat bisa di beli oleh uang-uang recehan dalam bentuk sembako dan lain sebagainya. Maka, untuk menentukan masa depan politik umat islam ke depan harus lebih cermat dan teliti dalam menentukan pilihan presiden yang mampu memberikan rasa keadilan, kedamaian serta keamanan dan kenyamanan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Sudah sa’atnya kaum muslimin di indonesia dan di dunia mampu membaca dan bangkit dari tidur yang panjang untuk melakukan perubahan dan melawan segala bentuk kedzaliman dan kejahiliahan setan neokolonialisme abad ke 21. Sehingga benar-benar bebas dan merdeka pada momentum kemerdekaan indonesia ini, marilah kita berdoa bersama-sama kepada Allah : “sesunggunya kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, Semoga kemenangan akan dekat kepada kaum muslimin ( Inna Fatahna Laka Fatham Mubiena). Semoga bermanfa’at. []



Penulis :   (Ketua DPD IMM Provinsi Banten)