Sejuta Asa Untuk IMMawati




Oleh
IMMawati Frisca Wulandari

Kondisi sosial perempuan dewasa ini, mensyaratkan perempuan menyiapkan diri sebagai subyek perubahan. Kompleksnya problem social yang ada, menempatkan perempuan pada posisi yang strategis dan dilematis. Maka kehadiran IMMawati dalam ikatan, menjadi basis gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. IMMawati harus dapat andil, dalam merespon, dan menyelesaikan problematika Ikatan terutama permasalahan IMMawati, sehingga kematangan dalam dirinya, dapat bersinergi dengan praksis gerakan, yang dilakukan, untuk kemaslahatan umat.

Tinggal beberapa hari lagi, akan dilaksanakan Silahturahmi Nasional IMMawati, yang di agendakan oleh Bidang IMMawati DPP IMM, yang tepatnya pada, tanggal 11-13 Agustus 2017 di Jakarta, agenda yang diharapkan, dan diapresiasi para IMMawati, di seluruh Indonesia ini. Semoga dapat menjawab semua persoalan tidak, hanya secara internal, akan tetapi persoalan secara umum. Silatnas bukan hanya kegiatan yang menggugurkan program kerja, atau kegiatan serimonial, yang digembirakan oleh kegiatan, pelatihan kewirausahaan, sosialisasi BPJS. Namun, beribu harapan saya, pada acara Silatnas IMMawti ini, yaitu tidak melupakan esensi, dan urgensitas diadakannya Silatnas IMMawati.

Sejuta asa untuk IMMawati, diadakannya Silahturahmi Nasional (SILATNAS) adalah penentuan arah gerak IMMawati. Dimana memperkokoh pondasi ideologi kader, sehingga terbentuk IMMawati sebagai pelangsung ideologi Muhammadiyah, serta menumbuhkan kesadaran dan solidaritas arah gerak IMMawati, untuk terlibat dalam menyuarakan isu kekerasan yang berbasis Gender di seluruh Indonesia.

Banyak yang harus dibahas di agenda Silatnas IMMawati, yang diadakan oleh Bidang IMMawati DPP IMM, bersama seluruh peserta IMMawati yang diwakili oleh masing-masing DPD IMM se-Indonesia.  

Saya akan mencoba, mengakselerasikan ingatan sejarah, yang akan menjadi bahan pertimbangan, perbandingan, dan reverensi gerakan. Seperti contoh Diksuswati. Diksuswati merupakan kegiatan pendidikan khusus IMMawati, yang awalnya digagas oleh salah satu DPD di Indonesia, dan diadopsi oleh DPP IMM, untuk dapat dilaksanakan secara menyeluruh se-Indonesia. Namun ternyata, Diksuswati ini pun tidak dilaksanakan secara rata, di seluruh daerah. Masih banyak daerah, yang belum pernah melakukan agenda Diksuswati, dikarenakan, belum dapat diterima di seluruh daerah. Maka perlu adanya improvisasi untuk diksuswati supaya ada pengayaan agar bisa dilaksanakan secara nasional.

Saat ini adalah momentum. Maka perlu adanya revitaliasi konsep gerakan IMMawati, dengan diadakannya Silatnas IMMawati ini, hemat saya, agenda Silatnas merupakan konsolidasi yang dapat merumuskan konsep pembinaan IMMawati. IMMawati sekarang membutuhkan kompas gerakan, yaitu kongkretnya adalah arah tujuan yang jelas dari gerakan IMMawati. IMMawati harus didukung oleh perkakas gerakan, yang saya maksud seperti panduan gerakan khusus IMMawati, yang berbentuk Silabus, Sistem Perkaderan IMMawati, atau yang berbentuk semacamnya. Tentu ini, sangat penting, karena akan mendukung agenda atau action yang rasional, kekinian, efisien, efektif dan holistik dari IMMawati. Oleh sebab itu, perlu adanya terobosan baru, untuk mempertegas gerakan IMMawati, dalam mencapai tujuan. Konsep yang matang dalam grand design IMMawati yang nantinya dihasilkan di Silatnas IMMawati.  Akan menghasilkan output, seperti rekomenasi, ataupun panduan yang saya maksud tadi, yang jelas, nantinya bisa dibawa ke masing-masing daerah. Serta Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca Silatnas IMMawati ini. [] 

Penulis : Kader IMM Lampung 
Editor  : Zainul Abidin An-Suma