Refleksi MILAD Muhammadiyah



Rabu 30 Agustus 2017 atau bertepatan dengan 08 Dzul-Hijjah 1438 M, Muhammadiyah genap berusia 108, menurut perhitungan kalender Hijriyah, Di usia yang tak muda lagi, Muhammadiyah tetap konsisten dengan tujuan awal ketika didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan yakni sebagai organisasi Dakwah yang meliputi aspek (kesehatan, sosial dan pendidikan), dan bukan organisasi politik. Namun kendati demikian Muhammadiyah tidak pernah alergi dengan politik, hal tersebut di buktikannya dengan telah tersebar para kader Muhammadiyah hampir di seluruh partai politik.

Muhammadiyah sejak awal didirikan oleh Ahmad Dahlan mendapatkan kecaman dan perlawanan oleh pihak-pihak tertentu, yang beranggapan bahwa organisasi yang didirikan tersebut adalah organisasi yang berlawanan atau tidak sejalan dengan Islam, tak segan-segan dicap sebagai Kyai gila. Namun ditengah arus kecaman dan perlawanan yang kian besar tak menyurutkan semangat Ahmad Dahlan dalam membesarkan Muhammadiyah demi memurnikan kembali ajaran Islam di waktu itu.

Ahmad Dahlan merasakan keberagaman muslim saat itu, telah mengalami kemunduran yang cukup besar. Tak segan-segan Ahmad Dahlan, merubah arah kiblat Masjid yang dirasakan olehnya, terdapat sebuah kesalahan. Dengan bekal keilmuannya yang ia miliki, ketika belajar di Makkah, ia mampu dan berhasil mendakwahkan  di tengah-tengah masyarakat.

Tak cukup sampai di situ, Ahmad Dahlan melihat masyarakat saat itu, dalam menjalankan agamanya telah mencampuradukan dengan budaya lain, sehingga hanya dengan berilmulah masyarakat bisa membedakan hal tersebut. Dalam sejarah Ahmad Dahlan tak segan-segan berdiskusi tentang pendidikan dengan sahabatnya yang beragama katolik. 

Akhirnya Ahmad Dahlan, mendirikan sekolah Muhammadiyah, dan masih saja diperhadapkan dengan arus perlawanan yang cukup besar, namun keteguhan, kebesaran hati, keikhlasan, dan kesabaranlah. Ahmad Dahlan, tetap tegak berdiri untuk mendakwahkan umat muslim, dan di samping itu, ada wanita cantik yang selalu memberikan support dan mendokan Ahmad Dahlan. Ia adalah Nyai Walidah. Wanita tangguh dan hebat. Dibalik kesuksesan seorang pria ada wanita hebat (sabar, ikhlas dan selalu mendokan).

Muhammadiyah kini telah memasuki babak yang baru, yakni abad ke dua di usianya yang ke 108 Tahun. Tentu tantangan kedepan semakin kompleks baik yang datang dari internal maupun eksternal, oleh sebab itu penguatan idiologi Muhammadiyah perlu diperkuat, sebab Muhammadiyah kini, berada di tengah-tengan arus ideologi besar lainnya, misalnya Marxisme, Sekulerisme, Liberalisme, Kapitalisme, dan masih banyak idiologi lainnya.

Semangat Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah, perlu dihadirkan kembali serta, diinternalisasi oleh setiap kader Muhammadiyah di abad ke-2 perjalanan Muhammadiyah dalam berdakwah. Tantangan yang dihadapi Muhammadiyah saat ini, berbeda ketika pertama kali Muhammadiyah dideklarasikan.

Di samping tantangan membendung idiologi besar (Marxisme, Liberalisme, Komunisme, Sekularisme, dll), Muhammadiyah perlu melawan arus besar, dalam internal Muhammadiyah yakni, mereka yang ingin merongrong kekayaan Muhammadiyah (amal usaha), dan menghadang eksistensi ortom Muhammadiyah di amal usaha.

Karena hampir seluru amal usaha, Muhammadiyah di Indonesia banyak persoalan, dan perlu di evaluasi kembali dimomentum MILAD Muhammadiyah yang ke-108 Tahun.
#Selamat_Milad_muhammadiyah
#Islam_Agamaku_Muhammadiyah_gerakanku
Jakarta, 30 agustus 2017.


Penulis : Sekertaris DPD IMM NTT dan Mahasiswa Pasca Universitas Negeri Jakarta.