Pramono Ubaid Tanthowi : Kader IMM Harus Jadi Kompetitor





Jakarta – Kegiatan Silaturahim Nasional (SILATNAS) IMMawati, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bidang IMMawati, Menghadirkan Komisioner KPU RI, Bapak Pramono Ubaid Tanthowi, sebagai narasumber dalam rangkaian kegiatan SILATNAS IMMawati dengan materi “Perempuan dan Politik Elektoral : Problem dan Tantangan”, Di Audutorium Ahmad Dahlan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Pada, Jumat, 11 Agustus 2017.

“Buktikan Sebagai Kader IMM berada di Lingkungan Publik”, Kata Komisioner KPU RI, saat menyampaikan materi di acara SILATNAS IMMawati.  

Mantan Fungsionaris DPP IMM Dua Periode ini yakni, 1999/2001 dan 2001/2003, menambahkan, bahwa di lingkungan Publik itu identik dengan politik. Maka kader IMM harus memiliki modal politik (Political Capital) ketika ingin tampil panggung publik, seperti, Pertama, Harus Memiliki Modal Ekonomi (Economic Capital). Kedua, Modal Sosial (Social Capital), dan terakhir, Modal Budaya (Cultural Capital). Ujarnya.

Senada dengan itu, ia menuturkan bahwa, hidup itu, ditentukan oleh pilihan masing-masing. “Apapun pilihan kita, di dunia kerja, yang paling penting adalah Kapasitas, Moral, Intelektual, Keislaman, dan Integritas tetap terjaga”, Ujar, Mantan Ketua Umum Cabang Ciputat ini.

Maka ia berpesan kepada kader IMM, agar tidak boleh acuh tak acuh atau apatis dalam dunia politik. Tegasnya.

Pada saat penyampaian materi di Silaturahim Nasional IMMawati, Komisioner KPU RI yang sekaligus Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Bapak Pramono Ubaid Tanthowi, didampingi oleh, Ketua Bidang Media dan Komunikasi, IMMawan Din Salahudin.

Dan, pada saat seksi tanya jawab, banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Perserta Silatnas IMMawati, terutama keterwakilan perempuan di dunia politik. []


Penulis Dan Editor : Zainul Abidin An- Suma