Ketua DPP IMM; Pemerintah Kurang Mengerti Tentang Pengelolaan Dana Haji

Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bidang Tabliq dan Kajian Keislaman, IMMawan Kadarisman menuturkan bahwa, Pemerintah tidak mengerti tentang pengelolaan dana haji. (03/08)
 
"Di tengah hirur-pikuk penyudutan umat Islam akhir-akhir ini, diam-diam Pemerintah melirik dana haji untuk membiayai pembangunan  infrastruktur di negeri, diketahui dana tersebut sudah mencapai 97 Triliun dan kemungkinan akan meningkat 100 Triliun tahun depannya, dana itu terdiri dari Setoran jamaah haji dan Dana abadi umat". Ujar IMMawan Kadarisman melalui keterangan press rilisnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan rencana penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur itu sangat tidak tepat & kurang bijak. Hal tersebut juga sangat tidak sesuai dengan niat para jamaah haji yang menyetorkan uangnya. Pemerintah perlu mengetahui niat para jamaah haji dan harus tahu bagaimana jerih payah dikumpulkannya uang tersebut, ada yang bekerja siang dan malam, ada yang menjual sawah, kebun, tanah dan lain-lain dengan semata-mata niat menunaikan rukun Islam yang ke-5 bukan untuk membangun jalanan atau pelabuhan. Katanya.

Sebelumnya juga, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, mengutip pendapatnya Anggita Abimayu selaku anggota Badan Pengelolah Dana Haji. "Siap menjalankan Instruksi presiden untuk mempergunakan 80% dana haji untuk pembangunan infrastruktur".

Dia menilai bahwa, Instruksi tersebut, seolah-olah menunjukkan bahwa APBN sudah tidak mampu menanggung dan membiayai pembangunan infrastruktur di negeri ini. Meskipun diperuntukan kepada proyek-proyek yang beresiko kecil, tetaplah kurang bijak jika niat pemerintah itu dilaksanakan.

Namun lebih jelas menurut Aktifis IMM asal Kendari Sulawesi Tenggara ini, bahwa dana tersebut lebih efektif dipergunakan untuk membangun sarana prasana yang bisa menunjang dan mempermudah para jamaah haji ketika menunaikan ibadah Haji di tanah suci serta dapat dijadikan modal untuk peningkatan kesejahteraan umat Islam, jika memang dana itu ingin digunakan. Pungkasnya. [suma]