KEMERDEKAAN DI UJUNG LIDAH




Oleh : Julkifli

Setiap tahun seluruh masyarakat, pelajar, pejabat, elemen pemerintah dan siapapun yang ada di Negara indonesia tetap merayakan atau mendegarkan hari kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus dan sekarang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang menjemput kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 2017 dan sudah berumur 72 tahun kemerdekaan. 

Esensi ketika merayakan hari lahir kemerdekaan Negara Indonesia, kita mengigat kembali para pahlawan pejuan kemerdekaan yang telah rela bekorban menghabiskan harta benda, darah maupun nyawa mereka tidak memperdulikannya demi memerdekakan Negara Indonesia dari para penjajah selama bertahun-tahun, demi terhindar dari belenggu keterpurukan dan sehinga mendapatkan hidup damai, tentram lahir batin maupun kebaikan anak cucu mereka yang melanjutkan estavet perjuangan bangsa Indonesia tercinta. 

Kemerdekaan yang di perjuangkan para pahlawan kita adalah agar Negara Indonesia terbebas dari penindasan, konflik horizontal maupun fertikal, terbebas dari kelaparan, penghisapan kekayaan alam, menteror, pembantaian dan terhindari dari permusuhan antar Negara. 

Harapan itu semua hanya buah bibir bagi pengendali Negara terhadap perjuangan para pahlawan, nyatanya sampai saat ini Negara indonesia masih terjajah dengan ala atau gaya-gaya baru, seperti regulasi bersumber dari barat, pananaman modal oleh kaum asing dan sistim kapitalis, artinya sekarang perang pemikiran, ketika lemah, kurang ilmu dan kurang strategis pasti tetap tunduk kepada para penguasa asing atau pemodal.

Disisi lain, hidup rukun, gotong royong yang dulunya sangat kompak dan saling tolong menolong antara sesama, itu semua hampir punah di setiap daerah-daerah di Nusantara. kenapa bisa terjadi? Pasti akan keluar pertanyaan demikian setiap individu masyarakat yang memiliki keprihatinan terhadap perkembangan bangsa Indonesia.

Dalam menjawab pertanya diatas, tiada lain dan tiada bukan adalah kita sebagai reegerasi bangsa Indonesia dan siapakah yang mengendalikan Negara tentunya ada di tangan pemerintah saat ini.

            Rakyat merupakan komponen masyarakat yang selalu mendegarkan dan mengikuti kata pemimpin, sehingga dalam menjaga kestabilan Negara tentunya harus ada kerja sama antara Rakyat dan Pemerintah, sebab Negara tidak bisa stabil menjalankan tugas dan programnya ketika tidak ada dukungan dari rakyat. Akan tetapi kenyataan sudah miris bahwa sudah banyak rakyat yang kelaparan, menderita dan miskin sudah  mencapai 10,86 % hasil data Badan Pusat Stastik (BPS) Indonesia tahun 2016, ini semua diakibat oleh regulasi yang membatasi ruang gerak rakyat dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) tidak di maksimalkan peruntukan untuk rakyat Indonesia. Jadi ini membuktikan ketidak mampuan pemimpin Negara untuk mensejahterakan rakyat dari berbagai Sektor. Data diatas Itu masih dalam satu sisi problem belum lagi problem yang lainya. 

            Pemerintah memiliki peranan penting dalam pengembangan dan kemajuan Negara maupun mengurus kebutuhan rakyat Indonesia, tanggung jawab pemerintah mulai dari hulu sampai hilir, sebab pemerintah sebagai wakil rakyat yang akan mengantarkan kemerdekaan Indonesia sampai pada kemerdekaan sejati yang terhindar dari segala penistaan baik intern maupun ekstern. Sebab peran rakyat tidak seperti perannya pemerintah sehingga disitulah di butuhkan kemampuan dan kecerdasan pemerintah dalam memajukan Negara Indonesia.

            Dengan adanya sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah ruah, ini menjadi modal pemerintah untuk memajukan bangsa seperti pernyataan diatas tersebut, dan jangan hanya berfikir alamnya saja tapi harus berfikir tentang Sumber Daya Manusia (SDM), ketika SDM sangat lemah maka akan lemah juga pengelolaan SDAnya. Dalam mengatasi hal demikian, maka diperlukan perhatian khusus terhadap dunia pendidikan, sebab kita telah mengetahui secara bersama ketika reegenarasi di jauhkan dengan dunia pendidikan maka tunggulah kemunduran dan kehancuran suatu negri, akibat kolotnya pemikiran reegenerasi.

Disisi lain, kenapa terlambatnya pembangunan Negara Indonesia karena  belum terhindarnya dari budaya Kolusi. Korupsi dan Nepotisme (KKN), seakan-seakan KKN sudah menjadi program utama bagi para elit untuk melaukan penghisapan terhadap uang rakyat dan dijadikan sebagai tameng ketika sudah memiliki kekuasaan, sehingga kebutuhan UMMAT dikesampingkan dan lebih mengedapankan kebutuhan perut diri sendiri maupun kelompok. Negara sudah memiliki lembag-lembaga yang mengatasi masalah dari berbagai macam problem tapi itu semua hanya sebagai gedung hiasan untuk menata kota dan bukan menangkap dan mengadili para penjilat uang Negara sehingga hilanglah hak masyarakat diakibatkan oleh tindakan beberapa elit. Sakit negara di Indonesia sudah komplikasi sehingga membutuhkan obat yang mudjarat untuk mengobati itu semua yaitu  dengan pemerintah yang tegas, kuat dan bersih maupun memiliki keimanan yang baik untuk menjaga diri dari perbuatan mungkar.

 HARAPAN KEMERDEKAAN

Para pahlawan sudah berjuang mati-matian demi memerdekakan Negara republik Indonesia, demi mendapatkan kedamaian.

Kita, kamu, saya dan dia dimanapun itu, yang melanjut perjuang para pahlawan Negara republik Indonesia tentunya harus banyak mengevaluasi terhadap jasa para pahlawan agar Negara Indonesia tidak menjadi Negara yang memiliki banyak penyakit setelah kemerdekaan.

Ayo bahu membahu untuk melawan musuh-musuh Negara mulai dari yang kecil sampai yang besar agar kemerdekaan bisa dirasakan secara bersama oleh warga Negara Indonesia, semoga kemerdekaan yang ke 72 tahun Negara republik Indonesia, berakhir dari segala bencana dan musibah yang melanda warga Negara Indonesia, sehingga Kemerdekaan Tidak Hanya Di Ujung Lidah tapi betul-betul kita resapi, merenungi dan memperbaiki kembali segala tindakan-tindakan kolot sebelumnya untuk menata kembali Negara Indonesia yang cerah kedepanya. 

Mulai dari sabang sampai meraoke, biarpun kita berbeda-beda suku, ras, etnis dan budaya tapi tetap satu tujuan, itu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Hidup Indonesia, mari bersatu dan salam kemerdekaan. []



Penulis : Mantan Fungsionaris DPD IMM NTB