Malang -  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fuurinkazan, Universitas Brawijaya, selenggarakan Darul Arqom Dasar (DAD), yang mengusung tema "Konstruksi Pola Pikir Rasional-Spiritual menjadi Mahasiswa Kosmopolitan", kegiatanya diselenggarakan pada tanggal 22 - 24 September 2017 di SMP Muhammadiyah 8 Batu.

 "Saya berharap, peserta menjadi mahasiswa yang dapat membentuk pola pikirnya, sehingga menjadi mahasiswa yang kosmopolitan (mendunia)". Kata Ketua Komisariat Fuurinkazan, Universitas Brawijaya, di keterangan tertulis yang diterima oleh IMM.or.id Jumat (22/09).

Ia juga menuturkan bahwa, mahasiswa yang memiliki pengetahuan yang luas (kosmopolitan), seharusnya bisa berpikir apakah itu rasional atau tidak. Dan ia menambahkan sebagai, makhluk ciptaan Allah SWT,  sangat mungkin mahasiswa memiliki pola pikir spiritual. Ujar Mahasiswa jurusan Hukum Brawijaya Malang ini.

Dalam penuturannya juga, ia akan membentuk pola pikir serta, mengenalkan Muhammadiyah lebih dekat, kepada Mahasiswa khususnya di Universitas Brawijaya Malang, "DAD yang dikemas secara apik ini, menawarkan beberapa materi seperti keislaman yang fokus dengan pentingnya toleransi, kemuhammadiyahan, dan khususnya peran Muhammadiyah dalam mendamaikan dunia", tuturnya.

  
Di kegiatan ini, diikuti sebanyak 20 peserta terpilih yang didominasi oleh Mahasiswa Baru. Tutupnya.[]

Penulis : Ayunda Nurul Fikri
Editor   : Din Salahudin dan Zainul Abidin An Suma



Oleh : Imam Alfian
Hoax merupakan istilah "Kekinian" yang familiar di Media sosial. Yang mensifati konten informasi yang samar-samar ataupun Palsu. 
Semakin tak terbendungnya arus Informasi yang beredar di Media Sosial, maka Hoax pun semakin tidak terdeteksi dan terkendali bisa di ibaratkan seperti fenomena Gunung es, hanya 10 persen menyeruak ke permukaan namun fakta di bawahnya melebur berdampingan dengan Informasi-Informasi yang Benar. Kalau saya asumsikan perbandingannya 1 : 2 (Satu Berbanding dua)  satu Konten Informasi yang sesuai fakta Kebenaran di dampingi dua Konten Informasi yang Hoax. Bagi para warga net (Netizen)  yang memiliki tingkat filterisasi diri dalam bermedsos pasti tau bagaimana cara memilah konten yang benar dan hoax artinya masih melakukan tabayyun. Namun hal itu berbanding terbalik dengan netizen yang belum memiliki pemahaman soal konten Media antara yang benar dan Hoax. Tanpa pikir panjang setiap konten Informasi yang tersebar di medsos seluruhnya di anggap sebagai sesuatu yang benar, dianut kemudian di sebar luaskan.  

Hal ini seperti dalam penjelasan teori "Needle Hypodermic" Teori ini mengasumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat perkasa, dan komunikan  (Netizen)  dianggap pasif atau tidak tahu apa-apa. Seorang komunikator dapat nmenambahkan peluru komunikasi yang begitu ajaib berdaya (pasif). Pengaruh media sebagai hypodermic injection (jarum suntik) didukung oleh munculnya kekuatan propaganda Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945). Memang teori ini menurut sebagian orang apalagi praktisi komunikasi merupakan teori yang terlampau klasik namun relevansinya dengan berhubungan dengan Fakta bahwa masyarakat Indonesia (Para Netizen) yang kurang mempuni pemahamannya soal Konten Media dari banyaknya Informasi yang terdapat di media sosial cenderung tak berdaya untuk memilah antara Berita atau Informasi yang benar dan yang Hoax. 

Penjelasan di atas seolah menjadi titik tolak berpikir saya yang mencurigai bahwa sebetulnya ada unsur kesengajaan, dalam hal ini Bahwa Berita Hoax itu sengaja di Kontruksi untuk membentuk mindset masyarakat kelas bawah yang masih belum memiliki filter dalam diri dari gencaran ribuan bahkan jutaan Berita Hoax dengan mempercayai dan melakukan Forward Shere kepada akun yang lain. 

Masyarakat Indonesia salah satu pengakses Media Sosial Tersebesar di dunia, mulai dari Tua, muda, anak Sekolahan SD sampai Perguruan Tinggi. Dengan segala latarbelakang Pendidikan, ekonomi ini meruapakan lahan subur penggiringan opini melalui Media Sosial. Seolah Fenomena Hoax ini bangian dari penyusupan terselubung untuk mengukur kelemahan dan ke rentanan masyarakat Indonesia terhadap Konten yang di lihatnya di dunia maya. 

Akses Internet bukan lagi barang mewah bagi masyarakat Indonesia. Hal ini patut di sadari bahwa pentingnya memfilter diri kita dari bahya Berita Hoax dengan cara memilah dan memilih Informasi yang layak dan kredibel untuk di konsumsi ataupun di shere ulang. Serta mampu kritis terhadap terpaan berita yang terdapat di dunia maya terutama di media sosial. 

Lantas bagaimana kita sebagai Kader IMM dalam Menyikapi persoalan Hoax ini. Tentu sebagai kader dengan dialektika keintelektualan harus kritis terhadap Informasi apapun dan dari manapun termasuk Media Internet. Artinya Kader IMM tidak boleh kaku terhadap perubahan teknologi Informasi. Ruang ruang ini perlu di isi dan disikapi secara sadar dan Logic.  Bukan menutup kemungkinan banyak juga kader IMM yang belum bisa membedakan Informasi antara yang Hoax dan yang benar dan kemudian di sebarkan. Hal ini tentu menjadi sindiran buat kita sebagai kaum Intelektual. 
Untuk mengapresiasi Kemajuan Teknologi Informasi IMM memiliki Bidang Media yang tugasnya mewartakan Aktivitas IMM sekaligus memberikan pemahaman yang benar soal Essential dan Etika Journalism. Bagaimana sikap kita dalam memanajemen terpaan Konten media yang didalamnya juga terdapat Infomasi Hoax yang berbanding 2 kali lipat dari Infomasi yang benar. Tentu ini bagian dari Dakwah amar makruf nahi munkar dalam Era Digital. 


Penulis : Ketua DPD IMM Papua/Aktivis Mahasiswa Papua





Belanda -  Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) Jakarta, Dr. Mukhaer Pakkanna, meneruskan lawatannya di Eropa. Setelah Inggris dan Prancis, dia mengunjungi Belanda.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (Dubes LBBP RI) untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja ditemani Atase Pendidikan & Kebudayaan, Bambang Hari Wibisono menerimanya kemarin (Senin, 18/9).

Dalam pertemuan di kediaman Sang Dubes, di Den Haag, Mukhaer juga didampingi Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Lincolin Arsyad.

Dalam kunjungan tersebut, Mukhaer mengungkapkan adanya kesepakatan antara STIEAD dengan Dubes RI untuk Belanda. Yaitu kerjasama program pengembangan bidang riset dan publikasi internasional serta program beasiswa.

"Kami mendapati satu kesepakatan yaitu kerjasama di bidang riset, publikasi internasional dan beasiswa program S2 atau S3 di perguruan tinggi yang ada di Belanda," ujar Mukhaer Pakkanna dalam keterangan persnya.

Mukhaer mengaku sangat menikmati perjalanannya di Belanda. Seusai pertemuan tersebut, ia disajikan makan siang dengan menu khas Nusantara.

Sebelumnya, Mukhaer Pakkanna menandatangani MoU dengan empat universitas ternama di Inggris. Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) ini juga menjalin kerja sama dengan Dubes RI untuk Inggris pada Jum’at (15/9).

Dia juga mengunjungi University of Paris 1 Pantheon-Sorbonne, Perancis sekaligus mewacanakan agenda kerjasama pada Minggu (17/9).[zul]



Sumber : http://politik.rmol.co/read/2017/09/19/307743/Setelah-Inggris-Dan-Prancis,-Ketua-STIEAD-Lanjutkan-Lawatan-Ke-Belanda-



Semarang - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Semarang mengadakan LID (Latihan Instruktur Dasar), dengan mengusung tema "Peneguhan Profesionalisme dan Integritas Instruktur untuk Perkaderan yang Optimal", dilaksanakan tanggal 20 - 23 September 2017 di Gedung DPW PAN Jawa Tengah.


"Semoga dengan LID bisa memperkuat struktur pengkaderan, sehingga pengkaderan IMM bisa lebih optimal, dan bermanfaat bagi bangsa". Kata Ketua  Umum PC IMM Kota Semarang IMMawati Fathikatul Arnanda, ditemui oleh IMM.or.id, Kamis, (21/09).

Dalam sambutan pembukaan acara Latihan Instruktur Dasar (LID), Ia juga menjelaskan bahwa instruktur atau pengkaderan adalah jantung organisasi, karena jika pengkaderan mati atau gagal, maka akan susah meraih kesuksesan. Ujarnya.

Latihan Instruktur Dasar (LID) di Semarang, diikuti oleh 34 Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang tergabung dari perwakilan Pimpinan Cabang Kab. Bandung, Cirendeu, Banyumas, Klaten, Makasar Timur, Sukoharjo, Surabaya dan yang lainnya. 

Acara sendiri dibuka secara resmi oleh Bapak Suparno sebagai Sekretaris PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Semarang dan dilanjutkan  dengan Seminar Techno Digital yang bertempat di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang. []


Penulis : Sahrul Hidayat
Editor   : Din Salahudin dan Zainul Abidin An Suma




Banda Aceh - Ketua PC IMM Aceh Barat Daya IMMawan Masrian Dipolisikan oleh Fauzi Cs, Ia dinilai telah menghina Kabupaten Aceh Barat Daya sebagai "Kabupaten Penyamun" di status FB nya,  Immawan Masrian PutraPasie Raja. 

Ia dilaporkan di Mapolres setempat, dengan Nomor Laporan (Lp) Nomor: TBL/27/lX/2017/SPKT.

"Tadi siang saya dapat laporan jika ia telah dipolisikan", Kata Ketua DPD IMM Aceh, IMMawan Mizan Aminuddin, di Media IMM.or.id, Rabu, (20/09)
 
Mizan juga menuturkan, DPD IMM Aceh akan mendampingi dan menyiapkan bantuan hukum untuk IMMawan Masrian selama proses hukumnya. 

Dan persoalan ini, Ia serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk diproses secara hukum. Tandasnya. []

Penulis : Zainul Abidin An Suma
Editor   : Din Salahudin
Diberdayakan oleh Blogger.