• Prinsip Dasar Organisasi

    Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah gerakan mahasiswa Islam yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kemahasiswaan...

  • Struktur Kepengurusan DPP IMM Hasil Reshufle

    Surat Keputusan (SK) Nomor: II/A-1/2013 Tentang Pengesahan Reshufle Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Periode 2012–2014

  • Sejarah Pergerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

    Sesungguhnya ada dua faktor integral yang menjadi dasar dan latar belakang sejarah berdirinya IMM, yaitu faktor intern dan faktor ekstern

  • Sekilas Tentang Kami (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)

    IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) ialah organisasi mahasiswa Islam di Indonesia yang memiliki hubungan struktural dengan organisasi Muhammadiyah dengan kedudukan sebagai organisasi otonom.

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 24 Juni 2014

Pimpinan Cabang IMM AR. Fakhruddin Pelopor Sekolah Immawati




Yogyakarta—tanggal 22 Juni 2014 bertempat di Ruang Mini Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah diadakan wisuda Sekolah IMMawati(SEKIMM) PC IMM AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta angkatan ke-3. 

Hadir dalam acara ini pimpinan Komisariat dibawah naungan PC IMM AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta, serta beberapa alumni SEKIM angkatan sebelumnya. Wisuda kali sengaja mengambil tema “Terbentuknya IMMawati yang Berkemajuan dan Menginspirasi Masyarakat” agar kedepan gerakan IMMawati mampu memberikan peran yang progresif dalam menghadapi segala bentuk tantangan zaman. Serta yang jauh lebih penting adalah bagaimana sekolah berbasis creative minority ini mampu memberikan banyak inspirasi dan gerakan kolektif dalam tubuh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah secara luas dan tertata.

Gagasan terbentuknya SEKIMM pada awalnya, seperti yang dijelaskan dalam dasar pemikiranSystem Operational Procedure (SOP), SEKIMM berawal dari gagasan Bidang IMMawati dalam jajaran Pimpinan Cabang IMM AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta periode 2011/2012 pada tanggal 11 Oktober 2011 yang saat itu dipunggawai oleh Fifin Permatasari (Kabid) dan Rr. Annisa Ratnaningrum (Sekbid). Hal ini dilakukan sebagai sebuah upaya untuk membina dan memberdayakan kader IMMawati agar mampu bersikap kritis terhadap wacana sosial serta menumbuhkan gender awarness. Disamping itu, kader IMMawati harus lebih progress dan membuktikan bahwa IMMawati mempunyai peran yang sangat penting serta mampu mengaktualisasikan religiusitas, intelektualitas, humanitasnya dalam rangka membangun keseimbangan dan keharmonisan dalam tubuh ikatan.

Berlalunya waktu, dengan adanya SOP SEKIMM yang mampu memberikan format bentuk dan materi kajian yang lebih teratur, terencana dan terjadual. Tak ayal bentuk lembaga creative minority khusus IMMawati dibawah naungan PC IMM AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta ini mampu menjawab sebagian kegelisahan tentang peran dan kiprah kader IMMawati. Sekalipun, kedepan senantiasa harus tetap dilakukan evaluasi program, pematangan konsep materi, hingga perluasan radius kelasnya. (cm)                              sumber:http://mimindigenous.blogspot.com/

 Wisuda Sekolah IMMawati Angkatan Ke-2

  Wisuda Sekolah IMMawati Angkatan Ke-1

Sumber Foto :  

Senin, 19 Mei 2014

Daftar Calon Formatur Mukhtamar setengah abad IMM

Assalamualaikum Wr Wb

Dengan Berkat Rahmat Illahi berikut ini  kami Umumkan daftar Calon anggota Formatur  Dewan Pimminan Pusat Ikataan Mahasiswa Muhammadiyah yang telah mendaftarkan diri melalui website resmi panlih di www.imm.or.id sampai batas waktu yang telah ditentukan yaitu tanggal 16 Mei jam 00:00 Adapun Nama-nama yang kami umumkan tidak secara otomatis diloloskan karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi  Oleh karena itu kami meminta kepada seluruh kader IMM dimanapun berada. Dimohon untuk memberikan penilaian sebagaimana aturan yang berlaku Jika ada hal yang diangap  tidak sesuai bisa dilakukan pengaduan pelalui surat dan dikirim via  email imm_dpp@yahoo.com
Adapun syarat yang haarus dipenuhi oleh masing-masing calon Formatur adalah:

Syarat Umum Formatur
Syarat-syarat untuk dapat dicalonkan menjadi formatur pimpinan adalah:
             1.     Setia kepada asas, tujuan, perjuangan Ikatan dan persyarikatan;
               2.   Taat kepada garis kebijakan pimpinan Ikatan dan persyarikatan
               3.   Mampu membaca Al-qur'an secara tartil;
               4.   Dapat menjadi teladan utama dalam organisasi, terutama akhlak dan ibadah;
               5.   Berpengalaman menjadi pimpinan Ikatan setingkat di bawahnya.
               6.   Mendapat rekomendasi dari  DPD IMM
               7.   Bersedia berdomisili di tempat kedudukan sekretariat IMM yaitu Di DKI Jakarta ,
               8.   Tidak merangkap dengan pimpinan partai politik dan organisasi mahasiswa ekstra lainnya.
               9.   Membuat surat kesediaan untuk tidak dicalonkan atau mencalonkan diri menjadi calon legislatif
·      Syarat Khusus Calon  Formatur  Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah:
        1.          Telah menjadi anggota biasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;
        2.          Telah lulus Darul Arqam Paripurna
        3.          Usia maksimal 30 tahun*
        4.          Pendidikan minimal pasca sarjana atau sedang menempuh pasca sarjana.**



Berikut Ini adalah  Nama-nama Calon anggota  Formatur yang sudah Mendaftar dan kami urutkan sesuai waktu pendaftaran:

ANDIR FIRLIANSYAH
MUHAMMAD SUNDUS
MAULANA ISHAK
MUHAMMAD HABIBI MIFTAKHUL MARWA
ILHAM
QAHFI ROMULA SIREGAR
ANWAR SADAT
MORA HARAHAP
EDI SETIAWAN
MUHAMMAD SUPRIADI JAE
DEDI IRAWAN
HERI SUSANTO
MUHAMMAD SUNDUS
INDING USUP SUPRIATNA
ALPAN HABIBI
AHMAD FAUZAN ASSYABB
ABDULLAH KELIOBAS
AHMAD RIDWAN AL-FARUQ
DIANTI NOVITA MARWA
FEBRIANA SUKMA DEWI
ZAMZAM MUHAMMAD FUAD
MUNTAZHIMAH
SUGENG NUGROHO
TAUFAM PUTREV KOROMPOT
YADI KUSNADI AL-HADDAD
AHMAD FATONI
M. ABDAN SYAKURA
ROBI ROSYADI
BENI PRAMULA
LUKMAN HASAN
IBNU MISBAKUL HAYAT
WISNU BRATA
ABDUL TULUSANG
SAYIED SYECH BOFTEN
ARISTANTO
ANDI TAMA KURNIAWAN
NASRULHAQ
NURUL FAUZIYAH
MUHAMMAD HUSIN AL FATAH
AHMAD FAUZI SYAHPUTRA
RADIUS SETIYAWAN
RIJAL RAMDANI
AAN HARIYANTO
ABDUL RAHMAN
FHARKHAN LUTHFI
ALI MUTHOHIRIN
IMAM MAHDI
AHMAD MUJAHID ARROZY
IRAWAN PUSPITO
AMRULLAH AMAR
IRFAN, S.PD
ADAMMUHAMMAD
YUSNAENI
AZRIZAL NASR
ILHAM
YA'KUB
APRIDHON RUSADI
NOFRI JULIMET
NURHASANAH
DEFI YASMARDI
ELA NOFITA SARI



PANITIA PEMILUHAN DPP IMM


KETUA                     : FAMAN HABIBI
SEKRETARIS           : SUPARTA KURNIAWAN
ANGGOTA               : IKHSAN MUTTAQIN
                                    SYAFAAH
                                    SUMARDI


Minggu, 18 Mei 2014

PEMDA HADIRI PELANTIKAN DPD IMM KALTENG

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai pelopor pelangsung dan penyempurna Amal Usaha Muhammadiyah, senantiasa begerak dinamis melanjutkan roda gerakan organisasi untuk menjalankan amanat dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Sesuai dengan tujuannya yaitu “mengusahakan terbentuknya kademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mewujudkan tujuan Muhammadiyah”, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengambil tempat sebagai sayap persyarikatan dalam menjalankan gerak dakwah di tengah-tengah ummat,  sebagai konsekuensi ortom Muhammadiyah maka IMM berkhidmat untuk turut serta menyiapkan generasi muda sebagai penggerak dakwah di kampus dan di tengah-tengah masyarakat.
Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah Kalimantan Tengah ditengah kemegahan Filosofi Huma Betang mampu bertahan dan selalu bergerak dinamis menjalankan setiap visi dan misi ikatan. Penyegaran di tubuh kepengurusan organisasi adalah sebuah keniscayaan, sebagai pencerahan maka DPD IMM Kalteng menyelenggarakan pelantikan, dan diikuti pula pelantikan PC IMM Kota Palangkaraya dan seluruh Komsat IMM se-Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
Pada hari Sabtu, 17 Mei 2014 bertempat di Aula Utama Universitas Muhammadiyah Palangkaraya merupakan peristiwa dan tempat bersejarah bagi para kader-kader IMM yang dilantik, namun yang paling terpenting adalah arah pergerakan IMM selanjutnya, ucap Immawan Yandi Novia Ketua Umum DPD IMM Kalteng periode 2013-2015 saat sambutannya.
Immawan Yandi Novia juga menyampaikan DPD IMM Kalteng kedepannya akan terus bergerak memerahkan Kalimantan Tengah dengan semangat dan cita-cita yang dimiliki para kader. IMM akan selalu berinovasi dan terbuka untuk kemajuan IMM. Kerja keras dengan kesungguhan yang akan membawa IMM kedepan lebih baik dan berkemajuan, jelasnya.
Kabid Organisasi DPP IMM Immawan Beni Pramula sesaat sebelum pelantikan terkejut, karena mengira hanya melantik DPD IMM Kalteng saja. “Saya sangat terkejut, awalnya saya kira hanya melantik DPD IMM Kalteng saja, ternyata PC IMM Kota Palangkaraya dan Komisariat IMM se-Universitas Muhammadiyah Palangkaraya juga dilantik”, ucapnya seraya tersenyum disambut tepuk tangan oleh tamu undangan.
Dalam sambutannya Immawan Beni Pramula berpesan kepada para kader-kader IMM Kalimantan Tengah, harus lebih serius menyiapkan diri menyambut ASEAN Community 2015, IMM juga harus mampu mengimbangi pemikiran-pemikiran lokal, nasional dan internasional, sehingga IMM Kalteng selalu eksis dan mampu bertahan ditengah persaingan yang kian bebas.
Tak hanya itu, Ayahanda Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah yang diwakili oleh Drs. H. Normuslim, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan agar IMM selalu berbenah diri dan lebih peka terhadap permasalahan yang ada dimasyarakat. “Kami menyambut baik terhadap pergerakan IMM yang sekarang mempunyai desa binaan, itu memuktikan bahwa IMM tidak hanya pandai dalam diskusi atau dialog tapi juga jelas pergerakannya”, ungkap beliau.

Berkesempatan juga memberikan sambutan yaitu Asisten II Gubernur Kalimantan Tengah Bapak Ir. Sahrin Daulai mengucapkan selamat kepada para kader IMM yang dilantik, “Tentunya, Setelah dilantik amanah dan tanggungjawab yang akan diemban sangatlah besar, untuk itu butuh kekompakkan dan visi misi yang jelas sehingga IMM kedepan akan lebih jaya”, ungkap Beliau yang juga mantan Dekan Teknik UM Palangkaraya. ( IMM kalsel) 

Selasa, 13 Mei 2014

DPD IMM Kalteng Baksos di Danau Pantau

Ketua Umum DPD IMM Kalteng , Immawan Yandi Novia mengatakan “Kegiatan seperti ini memang kerap kali dilakukan, namun yang menjadi keseriusan adalah untuk mempersiapkan tim dakwah ke sana, makanya Bidang Tabligh dan Kajian Islam DPD IMM Kalteng mulai mempersiapkan segalanya, mulai dari menyeleksi kader-kader,  hingga pembekalan para kader yang akan berdakwah disana satu minggu sebelum Ramadhan”.

Minggu, 11 Mei 2014

Nucleus Alternatif, Menuntun Revitalisasi Mahasiswa

Sangat tepat dan sugestif untuk merekam sejarah mahasiswa Indonesia pada masa sekarang untuk bisa membaca masa depan mahasiswa. Tentunya, dalam beberapa dekade akhir-akhir ini pembicaraan tentang mahasiswa sangatlah menarik perhatian untuk dikaji, sehingga mampu mentaksir makna revitalisasi. Yang kemudian revitalisasi di hadapkan pada perwujudkan “Indonesia Merdeka” era kontemporer yang kita nanti kemunculannya.
Apabila pada permulaan abad reformasi ini mahasiswa kita hanya merasa tetapi tak pandai berkata di bawah tindasan imperalisme, kapitalisme kolonial reformasi, sehingga petani, buruh, pemerintah pandangannya tidak lebih luas dari batas lahan garapan yang dikerjakannya. Maka mahasiswa Indonesialah yang seharusnya maju kedepan untuk menjelaskan imperalisme, kapitalisme kolonial era-reformasi, dengan runtut sampai menemukan ujung pemikiran post reformasi bagi mereka. Dengan kata lain bahwa mahasiswa di tuntut untuk mengarahkan posisi sekarang yang kita alami.
Sekarang yang kita takutkan bahwa Universitas kita mewarisi tradisi diktator. Universitas yang kita punya sekarang merupakan sistem yang mencetak seorang tenaga pekerja. Sampai-sampai pelajar kita mulai muncul perlakuan individualis tanpa melihat perubahan yang secara cepat tanpa di barengi dengan produk pemikiran sebagai antisipasinya.
Seperti ungkapan H.A.R Tilaar ketika bicara pendidikan, sehingga mengisaratkan “peran ganda pendidikan menempatkan pendidikan bukan semata-mata untuk menyiapkan tenaga kerja tetapi mempunyai tujuan yang sangat jauh, yaitu membangun coheveness dari suatu masyarakat”. Ungkapan ini muncul ketika H.A.R Tilaar merespon industri dan sumber daya manusia merupakan bagian dari hidup industri itu sendiri. Kesimpulan sementara yakni keluaran dari sistem pendidikan kita kurang lebih akan menjadi aktor hidup-hidupnya industri imperalisme kapital. Dan tidak banyak kita temukan aktor yang menjadi inti intelletual dalam lingkup masyarakat.
Sekilas balik menengok sejarah Uni Soviet, yang hampir mendekati yang kita alami saat ini. dimana Uni Soviet di bawah kekuasaan Stalin, Indonesia dibawah pemimpin seorang diktator sampai muncul reformasi. Pandangannya bahwa, ketika itu proletariat Rusia belum cerdas. Untuk mengejar ketinggalan Uni Soviet yang tidak sedikit dari negara kapitalis, Stalin memperhebat bangunan industri. Untuk itu di perlukan kaum intellectual sebanyak-banyaknya, terutama insinyur dan ahli tehnik berbagai rupa. Demikian pula Indonesia mengirim mahasiswanya untuk belajar keluar negeri, harapanya sepulang bisa memajukan industri nasional. Lanjut Stalin, bahwa dengan itu-sesuai dengan teori dialektika-ia mencetak lawanya sendiri, yaitu ahli-ahli ilmu dan tehnik yang berfikiran kritis. Pikiran kritis itu adalah pembawaan orang berilmu, karena dengan tinjauan kritis ilmu bisa maju.
Tidak heran, kalau orang mengatakan sekitar tahun 1958 angin segar bagi Uni Soviet, bahwa Kruschchov adalah pembawaan zaman baru, zaman kelonggaran untuk menyatakan pendapat. Dalam karangannya yang berjudul “The Decline and Rise of Soviet Economic Science” Wassily Liontief, seorang ekonom yang ternama, menyebutkan bahwa Prof. Kontorovich, anggota Akademi Ilmu di Moskow sudah dapat melancarkan pendapat “to make disparaging remarks about ‘the meaningless discourse’ of stalwart Marxist Theorists”. Sehingga kemiripan dialami pula tahun 1998 oleh Indonesia, dengan menemukan proses reformasi dengan terbukanya kelongaran menyatakan pendapat.
 Ini menunjukkan bahwa kehadiran Universitas, intelegensia dan mahasiswa, pandangan dan bandingan kritik tidak bisa di tindas untuk selama-lamanya. Begitu pula yang di alami Indonesia ketika aktor intllectual membuka pintu reformasi maka kebebasan mengunkapakan pendapatpun sangat di hargai posisi pentingnnya, dan tentunya reformasi muncul karena aktor intellectual reformasi yang keluar dari rahim Universitanya.
Sepadan dengan pandangan Moh. Hatta “Demokrasi bisa ditindas sementara karena kesalahannya sendiri, tetapi setelah ia mengalami cobaan yang pahit, ia akan muncul kembali dengan penuh keinsafan”. Sangat menarik sekali jika kita berpandangan seperti Hatta. Karena jika kita memakai kaidah ini maka menjadi kaidah penyemangat berdemokrasi, dengan berpandangan bahwa kita mengalami kepahitan demokrasi, tetapi akan muncul demokrasi sebagai suatu pengharapan.
Akan tetapi munculnya reformasi menambah permasalahan baru. Permasalahan baru muncul karena belum adanya kesiapan penopang-penopang reformasi. Mahasiswa menjadi ragu menempatkan dirinya untuk mengisi agenda reformasi. Maka, ide dasar revitalisasi mahasiswa menjadi suatu pengharapan untuk mendampingi era-reformasi ini.
Sebenarnya revitalisasi mahasiswa difungsikan sebagai upaya kebangkitan mahasiswa. Dengan kata lain revitalisasi mahasiswa terhitung ketika mulai sadar bahwa dirinya seorang intellectual. Kemudian kita singkat menjadi kesadaran intellectual. Karena memang, kesadaran intelektual inilah yang di tuntut untuk dapat mewujudkan gerakan yang kritis, independen, dan sosialis-dalam pengertian membela dan memihak kaum tertindas dan lemah. Sebab kata Ali Syariati, misi suci kaum intelektual atau cendekiawan adalah membangkitkan dan membangun masyarakat bukan memegang kepemimpinan politik suatu negara, dan melanjutkan kewajiban membangun dan menerangi masyarakat hingga mampu memproduksi pribadi tangguh, kritis, independen, dan punya kepedulian sosial yang tinggi.
Pokok Dasar Revitalisasi
            Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam mahasiswa sampai sekarang sebenarnya menjadi peluang bagi setiap organisasi apa saja untuk menempatkan diri secara layak ditengah-tengah arus perubahan itu. Akan tetapi munculnya perubahan sering dipandang sebagai gugatan, dan sering muncul adalah reaksi dan defense mechanism menguras energi. Disamping itu terdapat konflik intern mahasiswa yang di timbulkan oleh perbedaan interprestasi mengenai perubahan itu.
Sebagaimana pandangan Drs.Mohammad Djazman Alkindi, “orang menjadi peka dan cepat bereaksi karena menganggap bahwa perubahan merupakan ancaman yang akan mendistorsi nilai-nilai idiologi yang dianut”. Artinya jika kita mempunyai pandangan tentang perubahan sosial, senantiasa muncul gagasan atau ide pembaharuan yang berusaha menjembatani antara idiologi yang masih eksis dengan perubahan-perubahan yang sedang terjadi.
Pandangan penulis, ide pokok revitalisasi tertuang dalam pokok-pokok pikiran tentang (1) penegasan kembali bahwa karakter mahasiswa akan tertuju dalam visi kebangsaan (2) identifikasi permasalahan fundamental dalam bidang-bidang strategis sebagai penyebab perubahan sosial mahasiswa (3) agenda dan strategi perubahan melalui revitalisasi (4) kualitas mahasiswa Indonesia yang berkarakter kuat sebagai pelaku perubahan dalam pembangunan yang sistemik, dan (5) prasyarat kemajuan dalam mewujudkan visi dan pembangunan karakter mahasiswa.
Di dalam suatu tataran mahasiswa sangatlah mudah sebagai aktor penggerak. Oleh adanya lima poin ide pokok revitalisasi tersebut, merupakan alat untuk mengarahkan gerakan agar supaya sitematis dalam rangka revitalisasi mahasiswa. Akan tetapi, kesulitan muncul ketika berbenturan dengan konsistensi gerakan aksi mahasiswa dalam menggalang revitalisasi. Karena memang tidak bisa di pungkiri bahwa lima poin tersebut harus berjalan secara dinamis tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainya. Artinya baik buruknya revitalisasi dapat terukur dengan kesinambungan  antara poin pertama menuju poin kelima. Dalam kesempatan ini penulis menawarkan “gerakan pondok” sebagai alternatif pembibitan nucleus (inti sel) mahasiswa yang di mungkinkan bisa menjembatani revitalisasi ini.
Peran Nucleus Menuju Gerakan Pondok
Nucleus, dalam penerapan ilmu biologi sering di sebut dengan inti sel. Tetapi dalam hal ini Prof. Dr. Seyyed Hossein Nasr, menuangkan pikirannya tentang realitas kaum intelektual di dalam dunia islam. Ia melihat, begitu sedikitnya intelektual muslim di berbagai Negara yang menguasi ilmu-ilmu agama dan sekaligus ilmu modern.
             Prof. Dr. Seyyed Hossein Nasr menyampaikan alternatif terbaik guna mengatasi keadaan ini, yaitu dengan menjadikan kalangan intelektual dengan spesifikasi khusus itu sebagai Nucleus yang di harapakan menjadi basis bagi pengembangan generasi intelektual selanjutnya. tentu saja Nucleus tersebut di harapkan dapat kemudian meregenerasi dan memproduksi jenisnya secara lebih banyak, secara berlipat ganda. Ibarat bibit gandum, para Nucleus ini jangan di jadikan roti dan di bawa ke pasar untuk di jadiakan barang konsumsi.
Dengan pernyataan Prof. Dr. Seyyed Hossein Nasr, maka perlu adanya perantara untuk mewujudkannya. Sehingga nucleus muncul dapat melalui gerakan pondok (pesantren). Terkait pondok mahasiswa, perlu kita napak tilas dari pemikiran Mohamad Djazman, tentang pembaharuan bidang organisasi dan pembinaan mahasiswa di Muhammadiyah. Secara sistematis melalui tiga tahapan yakni kristalisasi, konsolidasi dan kaderisasi. Bahwa pembaharuan yang di maksudkan akan membawa pada usaha untuk mengembangkan kader minded, dan membina tradisi mahasiswa dalam Muhammadiyah. Pembaharuan dapat menjadi kegiatan rutin, dimana kesempatan nalar akademik, spritual serta gerakan bisa di jadikan dalam satu wadah sehingga upaya kristalisasi pembaharuan muncul dari budaya pondok ini.
Pada akhirnya, jika kita menganggap bahwa revitalisasi mahasiswa itu sangat penting, maka hidup-hidupnya Nucleus sebagai subyek pelaku sangat penting pula. Karena agenda pokok revitalisasi  dapat di selenggarakan secara sitematis melalui gerakan pondok sesuai dengan pandangan Drs.Mohammad Djazman tersebut. Sekiranya kita mampu 


Penulis Adalah M.S Amin   Ketua DPD IMM Jawa Tengah

Senin, 05 Mei 2014

IMM Sebagai Gerakan Dakwah

Kelahiran  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  bukan  muncul secara tiba-tiba, IMM adalah  gerakan yang dibangun oleh arus kebangkitan Muhammadiyah untuk kepentingan bangsa dan Negara . Perkembangan peran-peran muhammadiyah  dalam perbaikan negara dan masyarakat sudah semakin menuai hasil, terutama dalam pembentukan karakter kebangsaan  yang senada  dengan nilai-nilai yang dianut oleh apa yang dicita citakan oleh muhammadiyah itu sendiri . Indikasi ini nampak dari kecenderungan budaya Islam yang semakin bersaing denganbudaya yang dianggap modern serta pengalihan wacana pengetahuan umum kepada paradigma keilmuan yang  Islami sebagai sistem keilmuan yang selama ini diterapkan dalam rangka memecahkan permasalahan  kemanusiaan  dalam pandangan yang lebih produktif, kehadiran Muhammadiyah sebagai  gerakan Dakwah  Islamiyah  menjadi salah satu kekuatan bangsa yang diperhitungkan untuk  mewujudkan Baldatun toyyibatun wrobbun ghofur di indonesia.
 Perjuangan IMM merupakan sebuah cita-cita akan Terwujudnya kejayaan bumi pertiwi  sebagai jiwa perjuanganyang diaplikasikan dari nilai-nilai keIslaman  dan konsep  Islam sebagai tawaran solusi  perjuangan IMM untuk mewujudkan peradaban indonsia yang lebih dihargai dimata dunia,  maka gerakan pembaharuan  yang dicita-citakan IMM  harus dipandang secara obyektif dan realisitis untuk mengakomodir  berbagai kepentingan. untuk mewujudkan itu semua. Maka harus diciptakan kesadaran bersama dalam bentuk gerakan yang bersifat konsisten dan berkesinambungan.
 Kompleksitas problematika kebangsaan dan keummatan tidak dapat diselesaikan oleh satu kelompok semata  namun harus ada keomitmen secara bersama dari berbagai kalangan yang ada ditengah-tengah masyarakat . IMM  sebagai gerakan mahasiswa dan merupakan organisasi otonom Muhammadiyah  yang selalu membaur  dengan masyarakat diamanapun keberadaannya,ia  memiliki  posisi dan peran strategis dalam konteks perubahan yakni sebagai penerus keberlangsungan  masa depan persyarikatan Muhammadiyah Ummat dan  bangsa.
Posisi IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam yang mengikat  kaum  terdidik  dari berbagai disiplin Ilmu sangat tepat menjadi  wadah  Perkaderan  untuk menyemai dan mempelopori  lahirnya para pemimpin Indonesia  yangbarakhlaq mulia  di masa mendatang.
 Dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang makmur aman damai dan berkesejahteraan maka gerakan IMM  harus berupaya mencetak kader-kadernya dalam target  jangka panjang.  Perkaderan yang berumber dari cita-cita kuat akan masa depan Indonesia yang berahklaq menjadi  pemicu spirit gerakan IMM dalam rangka menyiapkan sumber daya berkwalitas dan  terlatih agar tampil elegan sehingga mampu memperbaiki  bangsa ini di kemudianhari.
Permasalah utama yang dihadapi bangsa ini adalah hilangnya rasa nasionalisme  dan patriotisme dari berbagai komponen masyarakat yang ada di Indonesia. Hal inilah yang memicu munculnya  krisis kepemimpinan dan minimnya generasi penerus yang meiliki  jiwa ke negarawanan . banyak diantara pemimpin hari ini lebih mendahulukan mendahulukan kepentingan individu atau kelompok daripada kepentingan bangsa yang lebih besar
 Daalam mempolakan gerakannya Ikartan mahasiswa Muhammadiyah memfokuskan diri pada tiga bidang yakni :
pertama, bidang keagamaan yang mefokuskan diri kepada pemahaman al-Qur’an dan al-hadis yang otentik. Sebagaimana halnya Muhammadiyah, IMM juga berkomitmen untuk mengikis bid’ah dalam amalan-amalan ibadah murni. Hal ini dikarenakan bentuk dan cara suatu ibadah murni merupakan hak prerogatif Allah yang disampaikan kepada Rasul-Nya.
kedua,bidang keilmuan,dengan memfokuskan diri pada disiplin ilmu yang dimiliki. Semangat keilmuan IMM terlihat dari slogan “anggun dalam moral dan unggul dalam intelektual”. Seorang kader ikatan mesti menimba dan menempa khazanah keilmuan sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing, agar bisa bersaing di kancah lokal, nasional bahkan internasional. Dengan demikian IMM mesti membangun pergerakan dengan sejumlah kegiatan yang menopang studi para kadernya.
Kitab suci al-Qur’an menyatakan secara eksplisit adanya jaminan keunggulan dan superioritas, termasuk kemenangan dan kesuksesan yang dikaruniakan Tuhan kepada mereka yang beriman dan berilmu (Qs al-Mujȃdalah [58] : 11).Beriman, berarti mempunyai tujuan yang benar yakni ridla Tuhan, sedangkan berilmu berarti mengerti ajaran secara benar.Ilmu dan iman bak dua sisi mata uang yang sama. Keberadaan yang satu mesti didukung oleh yang lain.
Nurcholish Madjid pernah mengungkapkan bahwa  , Iman membuat orang berkiblat pada kebaikan. Tapi iman tanpa ilmu tidak menjamin kesuksesan. Ilmu membuat orang cakap berbuat nyata,namun tanpa bimbingan iman, justru ilmunya itu akan membuat ia celaka, malah lebih celaka dari orang lain yang tidak berilmu.  Dalam haditsnya Nabijuga pernah  bersabda: “Barangsiapa bertambah ilmunya namun tidak bertambah hidayahnya, maka ia tidak bertambah apa-apa kecuali semakin jauh saja dari Allah”. Dengan demikian, IMM menghendaki kader yang semakin beriman maka ia semakin haus akan ilmu pengetahuan, dan begitu pula sebaliknya, semakin berilmu ia maka keimanannya akan semakin mantap..Namun tingkat keimanan dan kapasitas keilmuan yang mumpuni mesti diwujudkan dengan amal yang nyata. Iman, ilmu dan amal, merupakan setali tiga uang. Iman dan ilmu bersifat abstrak sedangkan amal bersifat konkret. Ketiga point ini memiliki andil yang besar dalam mensukseskan dakwah Ikatan mhasiswa Muhammadiyah.    
Ketiga, pengabdian pada masyarakat. Kader IMM harus memainkan peranan di tengah-tengah masyarakat. Seorang kader tidak boleh terjebak di “puncak piramida” strata sosial. “Penyakit” mahasiswa pada umumnya, setelah mereka mengenyam pendidikan tinggi, kebanyakan di antara mereka sulit untuk mentransfer pengetahuan kepada masyarakat, bisa jadi karena bahasa yang “melangit” dengan segudang istilah ilmiah, atau mungkin pula mereka “gagap” dengan masyarakat awam.Dalam hal ini, IMM sebagai lokomotif pergerakan dituntut untuk menggiring para kader agar bisa menjadi sang pencerah di lingkungan yang mereka tempati.
Dengan demikian menjadi demikian menjadi sangat penting  bagi IMM untuk mewacanakan kepemimpinan intelektual yang berahlaq mulia  sebagai manifetasi terwujudnya “baldatun toyyibatun warobbun ghofur di Indonesia ” sebagai mana pernah terjadi pada masa keemasan islam beberapa abad yang Lalu. Dalam sejarah kejayaan  yang pernah dialamai oleh ummat Islam  beberapa abada yang lalu  maka perlu juga diwacanakan  dalam konteks kekinian untuk memparbaiki kondisi kebangsaan hari ini.

Penulis: Fahman Habibi/ Sekjend DPP IMM dan Instruktur Nasional

Jumat, 25 April 2014

AMM Kota Banjarmasin Bantu Ringankan Beban Korban Musibah Kebakaran


Banjarmasin - Musibah kebakaran yang terjadi di Kotabaru, Kal-Sel sekitar pukul 01.00 wita, Rabu (2/4) kembali memantik semangat kawan-kawan Bidang Sosial dan Kemasyarakatan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarmasin untuk kembali ber-Fastabiqul Khairat menolong sesama dengan melakukan penggalangan dana dan mengumpulkan sejumlah bantuan berupa pakaian layak pakai, makanan dls. Musibah kebakaran tersebut mengakibatkan sekitar 64 rumah yang hangus terbakar dilahap si jago merah, dan warga di tempat kejadian sebagian tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Sehingga sekitar 59 kepala keluarga dan 172 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke rumah tetangga atau ketempat sanak keluarganya.

Awalnya penggalangan dana ini hanya dilakukan oleh PC IMM Kota Banjarmasin lewat Bidang Sosial dan Kemasyarakatannya. Tetapi, salah seorang kader PC IMM Kota Banjarmasin berinisiatif melakukan penggalangan dana dan mengumpulkan sejumlah bantuan bersama Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Banjarmasin, mengingat IMM dan IPM adalah sama-sama Ortom Muhammadiyah. Apalagi sebagian kader IMM memang berasal dari IPM, sehingga tidak terlalu sulit untuk melakukan koordinasi antara PC IMM dan PD IPM Kota Banjarmasin.

Penggalangan dana dan pengumpulan sejumlah bantuan dilakukan selama lebih kurang 6 hari, dari Minggu (7/4) hingga Jum’at (11/4). Penggalangan dana dan pengumpulan sejumlah bantuan dilakukan di dua tempat berbeda. PC IMM Kota Banjarmasin melakukan penggalangan dana dan pengumpulan sejumlah bantuan di beberapa kampus di Banjarmasin, seperti STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, IAIN Antasari Banjarmasin, Unlam Banjarmasin dan Politeknik Negeri Banjarmasin.

Sedangkan PD IPM Kota Banjarmasin melakukannya di beberapa Sekolah Muhammadiyah yang ada di Banjarmasin seperti SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin, SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin, SMK Muhammadiyah 2 Banjarmasin, SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin, Ponpes Modern Muhammadiyah Al-Furqan Banjarmasin, dll. Bantuan kemudian diserahkan secara langsung kepada korban pada hari Sabtu (12/4) oleh PC IMM Kota Banjarmasin dan PD IPM Kota Banjarmasin yang dikoordinir oleh Ketua Bidang Sosial dan Kemasyarakatan PC IMM Kota Banjarmasin, IMMawati Ayutria Oktaviana.

Ketua Umum PC IMM Kota Banjarmasin, IMMawan Syarif Hidayatullah mengatakan, “Kegiatan seperti ini memang sudah kerap kali dilakukan oleh PC IMM Kota Banjarmasin. Tetapi ada hal yang agaknya membuat beda kegiatan kali ini dari kegiatan-kegiatan penggalangan dana sebelumnya, yaitu bergabungnya dua Ortom di Banjarmasin untuk melakukan penggalangan dana dan pengumpulan sejumlah bantuan”.

Sebelumnya PC IMM Kota Banjarmasin dan PD IPM Kota Banjarmasin sangat jarang melakukan kegiatan bersama-sama, bahkan bisa dikatakan belum pernah. “Melalui penggabungan dua Ortom Muhammadiyah pada kegiatan kali ini tentunya banyak menghasilkan manfaat lebih, diantaranya koordinasi dan kerjasama antar Ortom Muhammadiyah (PC IMM dan PD IPM Kota Banjarmasin) akan lebih kokoh, selain itu bantuan yang didapatkan juga lebih banyak karena dengan melibatkan dua Ortom Muhammadiyah pada kegiatan kali ini otomatis menambah tempat-tempat penggalangan dana dan pengumpulan sejumlah bantuan, tidak hanya di kampus-kampus, tapi juga di sekolah-sekolah.” Pungkas mantan Sekretaris Umum PK IMM STIKES Muhammadiyah Banjarmasin ini.

PD IPM Kota Banjarmasin dan PC IMM Kota Banjarmasin berharap kegiatan sosial kali ini menjadi salah satu spirit perjuangan anak-anak Persyarikatan Muhammadiyah di Banjarmasin. Dua Ortom Muhammadiyah ini juga berharap kerjasama ini dapat berlanjut untuk kegiatan-kegiatan yang akan datang. (dzar/muhammadiyah.or.id)

 

© 2013 FlatMag. All rights resevered. Designed by Templateism